SABTU , 23 JUNI 2018

Tiga Travel Dilapor Dugaan Penipuan

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 31 Agustus 2017 12:00
Tiga Travel Dilapor Dugaan Penipuan

Jemaah Umrah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus penipuan ribuan jemaah umrah yang dilakukan First Travel di Jakarta, membuat masyarakat semakin was-was. Tidak hanya First Travel yang menggunakan modus biaya murah, tiga travel di Makassar sepertinya menggunakan modus yang sama untuk menjerat korbannya.

Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, saat ini sedang menyelidiki tiga travel yang diduga melakukan penipuan.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan, mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan adanya dugaan penipuan oleh travel penyelenggara ibadah umroh di Makassar.

“Ada tiga travel yang dilaporkan ke Polrestabes Makassar. Semua laporan masuk bulan ini (Agustus), satu di Jakarta dan dua di Makassar,” kata Anwar Hasan, Rabu (30/8).

Ketiga travel yang dilaporkan, dua diantaranya adalah travel yang berkantor di Makassar, PT G dan PT AI. Sementara satu travel lainnya, berkantor di Jakarta, PT MCP.

“Kami sedang lakukan penyelidikan, karena laporan baru kita terima beberapa hari lalu. Kalau ada tindak pidana, langsung kita naik sidik,” ungkapnya.

Anwar menjelaskan, dua travel yang berkantor di Makassar ditengarai telah menerima pembayaran sebesar Rp 24 juta hingga Rp 30 juta untuk keberangkatan umroh. Namun hingga saat ini, keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah tak kunjung terealisasi. Padahal, korban dijanji akan berangkat 2016 lalu.

“Mereka (korban travel di Makassar) dijanji 2016 akan berangkat umroh, tapi tidak berangkat sampai sekarang. Dari masing-masing korban, ada yang bayar Rp 24 juta ditambah dengan biaya pengurusan sebesar Rp 30 juta per orang, ada juga yang melapor sudah membayar sebesar Rp 30 juta,” beber Anwar.

Berbeda dengan dua travel di Makassar, travel PT MCP merupakan penyedia jasa layanan tiket murah dan liburan yang berada di Jakarta. Perusahaan milik terlapor berinisial S ini dikabarkan telah menipu banyak orang hingga ratusan juta rupiah untuk keliling dunia, namun tak kunjung diberangkatkan.

“Terlapor S ada di Jakarta. Dia berjanji akan memberangkatkan orang untuk keliling ke beberapa negara, tapi tidak berangkat. Pelapor ditipu dengan uang sebesar Rp 350 juta,” jelasnya.

Anwar mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas dalam menanggapi sesuatu. Sebab, iming-iming harga murah yang ditawarkan pelayanan jasa patut dicurigai lantaran tidak sepadan dengan harga yang sebenarnya.

“Korban itu sudah harus bisa membaca situasi. Pantas tidak, dengan jumlah sedikit mereka bisa naik haji. Artinya, jangan gampang percaya dengan biaya yang murah. Harus realistis apakah pantas ini atau tidak,” pesannya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih agen perjalanan haji dan umroh. Termasuk, tidak tergiur dengan harga rendah yang ditawarkan.

“Dari dulu saya sampaikan untuk tidak tergiur dengan harga rendah. Saya juga selalu menyampaikan, dengan harga rendah seperti apa pelayanannya. Jangan sampai nanti minta tambahan biaya,” kata Agus.

Agus menjelaskan, masyarakat harus memperhatikan harga paket umroh dan haji yang ditawarkan dengan nilai tukar rupiah saat mengambil paket dan saat berangkat. Untuk paket umroh misalnya.

Jika dulu harga yang ditawarkan Rp 14 juta hingga Rp16 juta, masih relevan dengan nilai kurs satu dollar Amerika Serikat dengan Rp 8 ribu. Namun, berbeda kondisinya dengan nilai tukar kurs dollar saat ini, yang rata-rata berada dinilai Rp 13.500 per dollar. (*)


div>