SENIN , 15 OKTOBER 2018

Tim Bur-Nojeng Sesumbar Menang Mudah

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 21 Desember 2016 10:55
Tim Bur-Nojeng Sesumbar Menang Mudah

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Takalar 2017 berjalan semakin dinamis, meski demikian kedua kandidat yang bersaing pun masih harap-harap cemas.

Pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) misalnya, meski berstatus sebagai incumbent, hal tersebut belum bisa menjamin akan melenggang dengan mudah untuk menjabat dua periode lima tahun kedepan. Hal itu membuat tekanan psiko politik belum aman bagi incumbent, sehingga mesti hati-hati dalam menentukan strategi yang pas dalam menarik simpati masyarakat.

Dilain pihak, pasangan Syamsari Kitta-Ahmad Daeng Se’re (SK-HD) yang berstatus sebagai penantang masih terbuka peluang untuk menyalip dan memenangkan pertarungan. Apalagi, kondisi jumlah pasangan yang maju hanya ada dua, tentu membuat posisi penantang akan menjadi lebih diuntungkan. Pasalnya, dengan konfigurasi tersebut membuat elektabilitas antar kandidat semakin fluktuatif.

Terkait hal itu, Ketua Tim Pemenangan Bur-Nojeng, Fahruddin Rangga mengaku Bur-Nojeng akan menang mudah pada Pilkada Takalar mendatang. Menurutnya, hal itu sesuai dengan survei yang dilakukan secara internal dan eksternal yang dilakukan oleh lembaga survei.

“Insya Allah, kamenangan sudah didepan mata. Mudah-mudahan ini semua berjalan lancar. Dan ini sudah kami buktikan sendiri dengan melakukan survei secara internal, dan survei yang dilakukan oleh lembaga yang kredibel,” kata Fahruddin, Selasa (20/12).

Ia menambahkan, dirinya tidak akan merubah teknik kampanye. Menurutnya, teknik kampanye dialogis langsung dengan masyarakat akan terus digalakkan. Pasalnya, kata dia, hal tersebut masih dianggap sebagai teknik yang mampu mendongkrak elektabilitas dan kepopuleran Bur-Nojeng.

[NEXT-RASUL]

“Kampanye dialogis masih akan terus kita galakan, itu tidak akan berhenti sampai akhir masa tenang. Karena dengan melakukan hal itu, kami akan tahu apa yang akan kami lakukan untuk masyakat didaerah tersebut,” jelasnya.

Adapun mengenai perubahan strategi politik satu bulan sebelum masa pemungutan suara, Fahruddin mengaku belum memikirkan hal tersebut. Menurutnya, dirinya masih melakukan kajian yang mendalam guna melakukan perubahan strategi politik diakhir masa kampanye mendatang.

“Belum pi ada perubahan, semua masih berjalan seperti pembicaraan kami diawal, kalau pun nantinya akan ada perubahan tentu kami tidak akan publish, yang pasti sebelum memutuskan hal itu kami akan melakukan kajian dan konsultasi sama yang mampu memberikan masukan termasuk diantaranya kepada teman-teman partai pengusung,” terangnya.

Meski demikian, Anggota C DPRD Sulsel itu mengaku akan melakukan perubahan taktik dan strategi pada januari mendatang. “Kalau memang perubahan strategi politik itu diperlukan, maka bisa jadi hal itu akan kami lakukan pada Januari, sebab ini tergantung kebutuhan,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai persiapan kampanye akbar mendatang, Fahruddin mengaku belum melakukan persiapan. Menurutnya, hal itu akan dibicarakan secara khusus oleh seluruh tim pemenangan dan partai pengusung Bur-Nojeng.

“Kampanye akbar itu kan mesti ada persiapan yang matang. Dan itu belum saya dan tim serta partai pengusung itu dibicarakan. Nantilah kalau soal itu,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Senada dengan Fahruddin Rangga, Ketua Tim Media Bur-Nojeng, Baso DN mengatakan jika saat ini dirinya masih sangat optimis untuk menang dalam Pilkada mendatang. “Iya kami tentu sangat optimis akan menang, sebab secara matematis kami sudah menang jauh,” kata Baso, ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Baso juga mengaku, hampir setiap saat dilakukan evaluasi tim pemenangan pada setiap zona yang telah ditetapkan. Menurutnya, hasil evaluasi tersebut semua memuaskan. Meski demikian, kata dia, tidak ingin gegabah dan terbuai dari hasil evaluasi tersebut.

“Kami mengatakan siap menang karena itu sesuai dengan data dan fakta hasil evaluasi tim setiap zona. Tapi, saya kira hal ini tidak akan membuat kami akan terlena. Makanya kami akan terus melakukan gerakan-gerakan untuk tetap memperkokoh basis kami,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel, Ariady Arsal juga mengaku optimis akan memenangkan pertarungan dalam Pilkada Takalar mendatang. Menurutnya, saat ini tim pemenangan SK-HD terus melakukan militansi untuk menggerakkan dan menaikkan elektabilitas SK-HD.

“Insya Allah, kami tetap optimis menang. Dan ini terbukti bahwa SK-HD itu terus menanjak elektabilitas dan kepopulerannya dimata masyarakat Takalar. Bahkan, banyak masyarakat berbondong-bondong masuk tim pemenangan SK-HD,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, banyak dari tim pemenangan kubu sebelah telah menyatakan diri untuk berbalik dan memenangkan SK-HD. Sehingga, Ariady menilai, hal itu merupakan sebuah tanda kemenangan kan berpihak pada SK-HD pada pemungutan suara 15 Februari mendatang.

[NEXT-RASUL]

“Kami saat ini sudah mampu menyalip pihak sebelah, dan kalau orang sudah disalip susah untuk dibalikkan. Kami juga telah banyak menerima tim pemenangan dari kubu sebelah dan menyatakan siap untuk melawan dan memenangkan kami di SK-HD, mudah-mudahan saja ini adalah tanda kemenangan buat kami,” terangnya.

Menurut Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel itu, banyaknya tim pemenangan Bur-Nojeng yang pindah kepihak SK-HD ditengarai adanya ketidakpuasan kepemimpinan Bur-Nojeng selama lima tahun. “Bahkan ada yang nyata-nyata dulunya menjadi saksi Pak Bur pada sengketa Pilkada lalu, hari ini berbalik menjadi bagian dari tim kami karena ketidakpuasan atas kepemimpinan dan kegagalan bupati dan wakil bupati dalam memimpin Takalar,” ulasnya.

Adapun mengenai perubahan strategi politik jelang pemungutan suara, Ariady mengaku akan ada strategi khusus yang akan digunakan sebagai jurus pamungkas. Namun, kata dia, hal itu tidak bisa diungkapkan kepada media.

“Strategi politik tentunya ada hanya tidak perlu disampekan ke media ya, namanya juga strategi kan. Yang jelasnya, kami fokus memastikam seluruh kaderdan relawan hingga tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) semakin matang dan solid bekerja,” ujarnya.

Khusus untuk kampanye akbar, kata dia, dirinya terus melakukan persiapan yang matang. Bahkan, kata dia, dirinya mengaku melakukan persiapan untuk menghadirkan artis dari Jakarta.

“Untuk kampanye akbar banyak yang sudah disiapkan, mulai dsri rombongan tim juru kampanye, artis dan pengerahan massa sudah diatur. Kami akan lihat urgensi efektifitas serta model yang pas tentunya dengan kebutuhan masyarakat yang akan memastikan kemenangan kami,” pungkasnya.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan setiap pasangan calon pasti akan melakukan dan menerapkan banyak strategi politik untuk saling mengalahkan. Apalagi, kata dia, masa kampanye itu akan menjadi moment yang sangat penting untuk mempengaruhi pemilih.

[NEXT-RASUL]

“Saya kira semua tim pemenangan pasangan calon akan berusaha sekuat mungkin untuk menerapkan banyak strategi politik untuk mencapai kemenangan, saya kira itu sudah mutlak akan dilakukan oleh setiap pasangan calon,” jelasnya.

Apalagi, kata Adi, dengan jumlah pasangan calon ayng terdiri dari dua pasang, hal itu akan mudah untuk saling membaca strategi politik yang diterapkan oleh masing-masing pasangan calon. “Sehingga mesti ada formulasi dan modifikasi strategi untuk mempengaruhi masyarakat secara politik,” terangnya.

Bahkan, Adi menduga, satu bulan menjelang pemungutan suara, setiap pasangan calon akan mengeluarkan strategi politik yang pamungkas. Bahkan, Adi menduga salah satu strategi politik yang bisa diterapkan tersebut adalah politik uang.

“Justru yang sangat mendekati tahapan akhir itu saya kira semua tahapan pemungutan suara sangat sensitif , bahkan godaan untuk melakukan politik uang itu bisa jadi akan terjadi karena hal itu salah satu cara instant dalam memenangkan Pilkada,” terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, Adi meminta agar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Takalar untuk memperketat pengawasan. Salah satu cara yang bisa dilakukan Panwas, akta Adi adalah melakukan sosialisasi secara menyeluruh bahwa politik uang sangat merugikan.

“Panwas mesti melakukan sosialisasi dalam melakukan penekanan bahwa dalam undang-undang Pilkada ada aturan yang mengikat Panwas dapat mendiskualifikasi pasangan calon yang melakukan pelanggaran berat seperti politik uanga,” pungkasnya.


Tag
  • Pilkada
  •  
    div>