RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Sabu Seberat 10 Kg

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 31 Desember 2016 16:05
Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Sabu Seberat 10 Kg

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Polres Pelabuhan, Polsek Pelabuhan dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, berhasil menggagalkan jaringan peredaran Narkoba jenis sabu seberat 10 Kilogram (Kg), di Pelabuhan Soekarno Hatta (Soeta) Makassar, Sabtu (31/12) sekiranya pukul 09.00 Wita.

Jaringan barang haram tersebut, berasal Nunukan. Penangkapan pelaku dan barang bukti, hasil Koordinasi berbagai pihak. Bahwa salah satu warga Makassar dengan menggunakan Kapal dari Nunukan menuju ke Kota Makassar membawa narkoba untuk diedarkan.

Dari informasi tersebut, Petugas Tim Gabungan melakukan pemeriksaan barang milik penumpang dengan menggunakan anjing pelacak jenis milanois K9 Sabhara Polda Sulsel setiap kapal berlabu di pelabuhan Soeta Makassar.

“Alhasil, seorang pria yang mencurigakan membawa tas berwarna ungu, lalu dilakukan pemeriksaan dan ditemukan narkoba jenis sabu sebanyak 9 bungkus dan 3 bal kecil dalam bungkusan permen,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan, AKP Andi Aris.

[NEXT-RASUL]

Dengan itu, kata dia, Tim interdiksi gabungan langsung membawa pelaku ke Posko Pengamanan Polsek Pelabuhan Makassar untuk dilakukan introgasi lebih lanjut.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono menambahkan, setelah dilakukan intorgasi, pelaku bernama Ardi (22) warga Jalan Lure, Makassar.¬† “Pelaku mengambil barang langsung dari nunukan dan membawanya ke Makassar karena disuruh seseorang yang saat ini berstatus buron,” ujarnya.

Ia menuturkan, hasil dari pencekan barang tersebut dengan menggunakan timbangan digital, berat sabu mencapai  10Kg dalam bentuk bungkusan kopi.
“Satu bungkus berisi sabu seberat 1kg dan ada 9 bungkus dan selebihnya 3 bal kecil dalam kemasan permen, kalau di nominalkan menjadi uang itu dikirakan mencapai Rp15 Miliar kalau di konsumsi masyarakat bisa sampai satu juta orang,”tutur Muktiono.

Atas tindakan pelaku yang telah ia lakukan sebagai pengedar dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, dijerat pasal 114 dengan ancaman hukuman mati. (Rrs)


div>