SENIN , 28 MEI 2018

Tim Hukum FAS Diusir Dari Ruang Sidang

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 20 April 2018 18:01
Tim Hukum FAS Diusir Dari Ruang Sidang

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM – Insiden sempat mewarnai jelang sidang dugaan politik uang Pilkada Kota Parepare. Kamis 19 April Kemarin.

Adalah Nasrullah, salah satu tim hukum pelapor (FAS – Asriadi) diusir dari ruang sidang oleh Majelis pemeriksa Bawaslu.

Hal itu berawal atas keberatan terlapor Taufan Pawe (TP) dengan hadirnya wajah baru di tim kuasa hukum FAS.

Taufan Pawe memandang legalitas Nasrullah sebagai advokat harus dipertanyakan.

Oleh majelis pemeriksa Bawaslu keberatan TP diterima, sehingga Nasrullah pun diminta meninggalkan sidang.

Seperti yang diketahui, agenda sidang kali ini menghadirkan tiga orang saksi dari pihak pelapor (Faisal A Sapada (FAS).

Ketiganya memberikan keterangan yang tidak berkesesuaian saat sidang di Bawaslu Sulsel. Hal itu makin menguatkan adanya indikasi rekayasa dalam laporan pada kasus tersebut.

Dua saksi yakni Asraf Resifa Jafar (20) alias Resi dan Edi Rauf (38) menyatakan kejadian dugaan politik uang itu pada Kamis malam atau malam Jumat, namun lupa tanggal waktunya. Sementara satu saksi Zaenal Azis Mandeng (55) menyebut kejadian pada Jumat malam atau malam Sabtu.

Karena Kamis malam atau malam Jumat saat itu adalah pengukuhan komunitas pendukung FAS, Maddusila.

Keterangan ini berbeda dengan laporan yang masuk di Panwaslu Parepare, yakni kejadian pada Jumat malam, 6 April 2018.

Saat dicecar pertanyaan oleh majelis pemeriksa Asri Yusuf, tentang apakah mengetahui atau pernah mendapat informasi ada pembagian uang yang dilakukan oleh pasangan Taufan-Pangerang di wilayah lain, saksi Resi mengaku tidak tahu.

Pertanyaan yang sama ditujukan majelis pemeriksa kepada dua saksi lainnya, Edi Rauf dan Zaenal Azis Mandeng. Keduanya menjawab tidak tahu dan tidak pernah mendapat informasi.

Keterangan di persidangan, saksi Edi dan Zaenal Azis tidak berada di lokasi saat kejadian.

Edi juga di hadapan majelis pemeriksa mengaku adalah tim dari FAS. Dia mengaku bergabung di Komunitas Maddusila, pendukung FAS.

Demikian juga dengan Zaenal Azis, dia mengaku adalah tim FAS. Di sidang, Zaenal mengaku mengetahui kejadian dari Edi.

Dia pun melaporkan kasus itu ke Panwaslu. Dia juga mengaku sudah dimintai keterangan oleh Panwaslu.

“Saya tidak tahu sumber uang darimana. Yang saya tahu, uang itu dari posko. Saya juga tidak tahu ada acara waktu itu,”ucap Zaenal.

Mendengar keterangan para saksi, Taufan menilai keterangan itu lemah. Jauh dari dugaan politik uang yang terstruktur, sistematis, dan masif.

“Melihat fakta-fakta di persidangan, saya optimis sangat yakin jauh dari terstruktur, sistematis, dan masif. Karena yang ditakutkan calon kepala daerah itu adalah TSM, tapi ini sangat jauh,” tegas Taufan Pawe usai persidangan.

Sidang dilanjutkan Jumat, 20 April 2018 hari ini dengan agenda mendengar keterangan saksi, saksi ahli, dan surat bukti yang dihadirkan terlapor TP.

Namun majelis pemeriksa yang diketuai oleh La Ode Arumahi belum bisa memastikan apakah bisa menghadirkan lembaga pemberi keterangan Panwaslu seperti permintaan tim kuasa hukum FAS.

“Itu domain kami, nantilah kami lihat urgensi dan substansinya,” kata La Ode Arumahi. (rls)


div>