SABTU , 15 DESEMBER 2018

Tim Hukum IlhamSAH Tegaskan Tak Menuduh Instansi Manapun

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 20 Juni 2018 19:41
Tim Hukum IlhamSAH Tegaskan Tak Menuduh Instansi Manapun

Tim Hukum IlhamSAH

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Beredar isu yang menyerang Tim Hukum dari Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Calon Wakil Bupati Bantaeng nomor urut 3 Ilham Azikin – Sahabuddin (IlhamSAH) yang mengadu domba dengan instansi tertentu di Bantaeng.

“Kami tidak pernah menuduh siapapun dan instansi manapun, karena kami adalah praktisi hukum sehingga kami sangat menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocent),” kata Ketua Tim Hukum IlhamSAH, Suardi, Rabu (20/6).

“Kami ini hampir tiap hari bergelut di peradilan dan telah banyak menangani perkara bisa dicek di pengadilan, jangankan yang baru berproses dalam bentuk laporan, orang yang sementara berproses di persidangan pun kami tetap menganggap bahwa orang tersebut belum bersalah salama sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah),” jelasnya.

Terkait dengan simpatisan IlhamSAH yang bernama Ikbal, perlu ditegaskan, berdasarkan penyampaian dari yang bersangkutan bahwa menduga telah terjadi pengancaman yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi yang berinisial B.

“Berdasarkan penyampaian Ikbal bahwa dirinya dari Banyorang menuju Batulabbu. tapi diperjalanan mati lampu, jadi dia singgah di salah satu tempat, kemudian berselang beberapa menit ia didatangi oleh 2 orang kemudian dibawa yang menurutnya kesebuah posko yang ada baliho paslon nomor 2 Andi Ugi – Andi Mappatoba,” ujar Suardi.

“Di posko tersebutlah Ikbal mendapatkan pemaksaan untuk mengakui bahwa dirinya membawa uang untuk dibagi-bagi dan di tempat tersebut Ikbal mendapat perlakuan dengan disulut rokok di bagian belakang telinganya dan sampai sekarang masih berbekas dan telah dilakukan pemeriksaan di RS Anwar Makkatutu Bantaeng,” katanya.

Terkait adanya pernyataan di media online bahwa tujuan oknum anggota Polisi berangkat ke Batulabbu tempat dimana Ikbal berada, tujuannya untuk mengamankan Ikbal.

“Pendapat kami jika Ikbal benar-benar ingin diamankan maka seharusnya yang dihubungi adalah aparat kepolisian setempat atau bhabinkantibmas yang sangat jelas tugas pokoknya dalam Pasal 27 Perkap No.3 Tahun 2015 atau bahkan polsek terdekat dan juga melibatkan pemerintah setempat,” bebernya.

“Selain itu, jika tujuannya untuk keamanan Ikbal maka dari tempat kejadian yang di Batulabbu, Ikbal seharusnya dibawa langsung ke Polres Bantaeng atau bahkan ke rumhnya Ikbal karena pada saat itu telah ada oknum anggota polisi yang ikut bersama dengan Ikbal, namun tidak dibawa ke Polres Bantaeng atau ke rumah Ikbal langsung, tapi malah dibawa ke posko pemenangan nomor 2 Andi Ugi dan Andi Mappatoba yang ada di Lamalaka,” katanya.

Berdasarkan penyampaian dari Ikbal dalam perjalan dari sebuah rumah yang ada di Batulabbu yang di rumah tersebut ada baliho nomor urut 2 menuju ke posko nomor urut 2 yang ada di Lamalaka dirinya diancam dengan menggunakan senjata api yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi yang berinisial B.

Sehingga dari pihak keluarga Ikbal menyayangkan adanya dugaan pengancaman dengan menggunakan senjata api yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi yang berinisial B.

“Dari kejadian tersebut keluarga Ikbal sangat tidak terima dengan perlakuan tersebut kami mendampingi melakukan pelaporan di Propam Polres Bantaeng sekaligus meminta agar Polres Bantaeng tetap menjaga netralitasnya dalam Pilkada Bantaeng,” kata Suardi. (*)


div>