Minggu, 20 Agustus 2017

Izin Penggunaan Atribut Kodam

Tim Manajemen Film Amarah 96 Audiens dengan Pangdam

Rabu , 14 Juni 2017 16:30

Penulis : Kanto
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM  - Tim manajemen pembuatan film April Makassar Berdarah (Amarah) 96 bersama penulis buku Rasmi Ridjang Sikati audiens bersama Pangdam XIV Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Rabu (14/6) di Kodam XIV Hasanuddin.

Turut hadir penulis skenario Film Amarah Indra J Mae, Staf Ahli Pangdam Bidang Sosial Budaya Kolonel Haris Sufi, Kapendam XIV Hasanuddin Kol Alamsyah, Staf Khusus Pangdam Kol Inf Th Anwari, dan Ka Spri Pangdam Rustam Effendi.

Agus berharap agar pembuatan film Amarah ini nantinya tidak menimbulkan konflik yang melebar.
Sementara itu, Penulis Buku yang juga Assisten Produser Film Amarah Rasmi Ridjang Sikati menjamin bahwa film ini tidak akan menimbulkan konflik interens.

“Film Amarah tidak mencari kambing hitam. Kita akan mengungkapkan sebuah nilai bahwa konflik tidak akan terjadi jika diselesaikan dengan cara komunikasi,” ujarnya.

Didalam film nantinya juga ada pihak ketiga yang hadir sebagai provokator dan otak pelaku sehingga kasus Amarah meledak hingga terjadinya aksi penyerangan aparat hingga masuk ke dalam kampus.

“Naskah film akan kita bahas ulang dengan menghadirkan pihak kodam, rektorat UMI dan para pelaku sejarah untuk meluruskan peristiwa ini. Film ini juga menjadi corong dari peristiwa Amarah kenapa sampai meledak,” terangnya. Audiens ini untuk meminta izin  menggunakan atribut milik kodam dalam pembuatan film nantinya.

Untuk penyusunan naskah film, selain melibatkan Indra J Mae juga akan dilibatkan Amril yang pernah sukses membawa film Silariang meledak dalam penulisan skenario film. Amril bisa menghidupkan naskah film yang tadinya tegang menjadi kocak.

“Setelah dari Pangdam, kami akan meminta izin ke pihak rektorat kampus. Mulai kampus UMI, Universitas 45 yang sekarang menjadi Unibos dan beberapa kampus lainnya,” terangnya.

Jika semua persyaratan rampung tahun ini, film akan diproduksi dan tayang di 24 April 2018 bersamaan dengan perayaan Amarah.
Amarah adalah sebuah peristiwa yang terjadi di tahun 1996. Peristiwa ini diawali dengan kenaikan tarif angkot dan kemudian diprotes mahasiswa. Ada tiga mahasiswa yang meninggal dalam peristiwa itu. Mereka adalah Saiful Bya, Andi Sultan Iskandar, dan Tasrief Damieng. Mereka ditemukan meninggal karena tidak bisa berenang saat berusaha menyelamatkan diri di Sungai Pampang.

Enam aparat akhirnya dijatuhi hukuman atas penyerbuan ke dalam kampus UMI karena dianggap bertindak diluar batas komando. Sampai saat ini, Amarah terus diperingati setiap tahunnya untuk mengenang tiga mahasiswa yang meninggal.