RABU , 14 NOVEMBER 2018

Tim P2T Lahan Bandara Diduga Ikut Lahap Anggaran

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 17 Mei 2017 00:24
Tim P2T Lahan Bandara Diduga Ikut Lahap Anggaran

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin. (Ilustrasi). Foto: Fakhrullah/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menemukan fakta baru dalam hasil pengembangan yang dilakukan tim penanganan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan bandara Sultan Hasanuddin.

Dimana fakta baru tersebut ditemukan adanya penggunaan anggaran operasional Satgas tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T), lahan bandara Sultan Hasanuddin, yang disinyalir digunakan tidak sesuai peruntukannya. Sehingga kemungkinan besarnya kerugian negara dalam kasus ini akan bertambah.

“Ada beberapa fakta yang dinilai janggal, dan tidak wajar penggunannya. Yaitu anggaran biaya oprasional Satgas tim P2T,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Selasa (16/5).

Sebelumnya kerugian negara hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, sebesar Rp317 miliar.

Diketahui, Ada beberapa pembayaran yang dinilai janggal oleh penyidik kepada sejumlah pihak yang masuk dalam tim P2T. Dimana, sebagian dana tersebut rupanya tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya melainkan anggaran tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi, sesuai dengan ketentuan yang telah diatur.

Salahuddin melanjutkan, bila fakta baru yang telah ditemukan oleh penyidik adalah merupakan perbuatan dalam menguntungkan diri sendiri pasalnya, penggunaan biaya oprasional tersebut dinilai tidak disalurkan dengan baik.

Selain itu, dalam kasus ini masih ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan seperti adanya keterlibatan pihak lain yang kemudian, disebut sebagai tim bayangan pembebasan.

[NEXT-RASUL]

“Faktanya ada pengadaan dan biaya operasional untuk tim satgas A dan Satgas B, yang tidak disalurkan sesuai peruntukannya. Ironisnya lagi dana itu justru dinikmati oleh satu pihak saja,” tutur Salahuddin.

“Temuan-temuan ini masih akan terus dipelajari penyidik. Sebagai alat bukti untuk menjerat tersangka lain dalam kasus ini,” lanjutnya.


div>