SELASA , 11 DESEMBER 2018

Tim Resmob Polda Sulbar Amankan 21 Motor Hasil Curian

Reporter:

Sudirman

Editor:

Lukman

Rabu , 25 Juli 2018 21:42
Tim Resmob Polda Sulbar Amankan 21 Motor Hasil Curian

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar saat menggelar Press Release di Polsek Kalukku Kabupaten Mamuju, Rabu (25/7/2018).

MAMUJU,RAKYATSULSEL.COM – Tim Resmob Polda Sulbar berhasil mengungkap kasus Curanmor, dimana sebanyak 21 kendaraan roda dua haasil curian lintas kabupaten berhasil diamankan di Polsek Kalukku bersama dengan pelakunya.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulbar saat menggelar Press Release di Polsek Kalukku Kabupaten Mamuju, Rabu (25/7/2018).

Press Release tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, dan di dampingi Dir Krimum, Kabid Humas, Kapolres Mamuju dan Kapolres Matra.

Di hadapan para wartawan, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan bahwa pengungkapan kasus curanmor dilintas Kabupaten, dilakukan oleh team Resmob Polda Sulbar dan unit Reskrim Polsek Rural Kalukku dan Matra telah behasil mengamankan para pelaku beseta barang buktinya.

“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan serta partisipasi oleh masyarakat termasuk para awak media tentunya dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisan,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus curanmor ini, ada tiga pelaku yang berhasil diamankan dengan barang bukti berupa 21 kendaraan roda dua dan satu unit HP merek Samsung.

Diketahui bahwa identitas pelaku tersbut yakni HS (33) pelaku utama alamat Pokkang, desa Pokkang Kabupaten, Mamuju, LK (23) dan LS (24) merupakan penadah dan masing-masing beralamat di Dusun Galung Lemo, Desa beru-beru Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju.

Adapun tempat kejadian perkara yakni 8 kendaraan roda 2 dari Pasangkayu, satu kendaraan roda dua dari Mamuju Tengah (Mateng) dan 13 kendaraan dari Mamuju.

Pengunkapan kasusu ini awalnya berdasarkan hasil laporan Polisi No. Lp/80/V/2018 tanggal 4 Mei 2018 Polsek Kalukku,dan setelah dilakukan pengembangan dan masing-masing barang bukti di amankan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Mamuju, Pasang Kayu dan Kabupaten Mateng.

Baharuddin Djafar, menekankan dari 21 barang bukti yang diamankan tidak menutup kemungkinan masih ada barang bukti hasil kejahatan lainnya dari pelaku yang belum terungkap.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat (1), ayat (2) dan pasal 480 kitab undang-undang hukum pidana dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara. (*)


div>