SABTU , 21 APRIL 2018

Tim Terpadu Fasum-Fasos Kurang Bertaji

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 16 April 2018 13:00
Tim Terpadu Fasum-Fasos Kurang Bertaji

Penampakan puluhan bangunan ruko yang ada di Kecamatan manggala. Lahan tersebut juga dinilai sebagai fasum fasos Pemkot Makassar (ist)

* Aset Pemkot Masih Dikuasai Mafia

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Terpadu Fasum Fasos yang dibentuk wali kota non aktif, Moh Ramdhan Pomanto untuk mengejar 491 Aset Fasum dan Fasos masih kurang maksimal. Hingga kini tidak ada perkembangan berarti dalam penyelamatan fasum-fasos. Terakhir, 4 temuan aset masih dikaji Badan Pertanahan Nasional Kota Makassar.

Padahal tim yang diketuai Kepala Inspektorat Makassar ini sebelumnya terdengar sangat bersemangat mengungkap oknum-oknum yang menerobos aset pemkot.

Ketua Tim Terpadu, Zainal Ibrahim mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin berkomentar banyak persoalan aset kota Makassar tersebut. Pasalnya masih banyak hal yang perlu dikerjakan selain fasum dan fasos.

“Jangan dulu, infonya itu kita masih kaji,” ucap Zainal Ibrahim, Minggu (15/4) kemarin

Sementara itu, Plt Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal enggan berkomentar banyak karena tidak banyak tahu persoalan fasum dan fasos.

“Saya belum tau, saya koordinasi dulu dengan Ketua Tim, saya pelajari dulu,” Singkat Deng Ical, sapaan Plt Wali Kota.

Sebelumnya, Tim Terpadu telah menyerahkan empat dokumen fasum dan fasos dari Pengembang ke Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk dilakukan kajian, yang kemudian akan disusul 10 dokumen lainnya setelah ada hasil kajian empat dokumen awal.

Empat dokumen dari pengembang yang mengembalikan tersebut berada di Wilayah BTP, Telkomas Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Kecamatan Rappocini.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, 491 titik Fasum Fasos bermasalah didominasi tiga kecamatan yakni Kecamatan Panakukang, Kecamatan Tamalanrea dan Kecamatan Manggala.

Di tiga kecamatan ini diduga dikuasi oleh mafia fasum, yang tidak hanya berasal dari kalangan pengusaha namun juga diduga berasal dari birokrat serta juga anggota dan mantan anggota DPRD. (*)


div>