RABU , 13 DESEMBER 2017

Tim Terpadu Setor Empat Fasum-Fasos ke BPN

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 22 November 2017 11:36
Tim Terpadu Setor Empat Fasum-Fasos ke BPN

Penampakan puluhan bangunan ruko yang ada di Kecamatan manggala. Lahan tersebut juga dinilai sebagai fasum fasos Pemkot Makassar (ist)

MAKASAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim terpadu fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) Kota Makassar terus bekerja ekstra. Terakhir Tim Terpadu telah menyurat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar untuk melakukan verifikasi valid terkait empat titik fasum fasos.

Keempat titik tersebut sebelumnya telah dilakukan verifikasi teknis terhadap kondisi Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) di kawasan perumahan Trika Mahkota Indah, Perumahan Telkomas, BTP dan Perumnas Antang, Kecamatan Manggala.

Di Perumahan Telkomas ditemukan ada 4 taman yang telah dilakukan verifikasi kemudian akan dicatat dalam neraca dan diserahkan ke pemkot.

Ketua Tim Terpadu Fasum Fasos Makassar, Zainal Ibrahim mengatakan penyuratan ke BPN bertujuan untuk melakukan verifikasi dan melihat apakah tanah yang terekam pada siteplan sudah dibebaskan oleh pengembang atau tidak.

“Kita sementara melakukan verifikasi valid dengan menyurat ke BPN, kita lengkapi dengan peta dan titik koordinat, karena kita mau lihat apakah tanah itu sudah dibebaskan oleh pihak pengembang atau tidak. Jangan sampai tanah yang diperlihatkan di site plan itu belum dibebaskan, kan tidak bisa kita ukur tanahnya orang,” kata Ibrahim, Selasa (21/11) kemarin.

Kepala Inspektorat ini mengatakan bahwa Tim terpadu saat ini sementara menunggu surat balasan dari pihak BPN Makassar, dan jika terbukti bahwa tanah tersebut adalah milik pemerintah kota maka kan dilakukan pengukuran ulang.

Zainal juga mengaku saat ini sudah menyiapkan konsep untuk sepuluh titik fasum fasos sebelum menyurat ke BPN.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke tim terpadu yang telah dibentuk untuk menyelamatkan ratusan aset pemerintah kota.

“Kita sudah serahkan berkasnya ke kejaksaan dan sudah mulai proses. Baru satu yang kita serahkan, yang di Kecamatan Manggala,” kata Danny. (*)


div>