SENIN , 23 APRIL 2018

Tinggal Berdua, Payung Teduh Kembali ke Akar

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 04 Januari 2018 10:49
Tinggal Berdua, Payung Teduh Kembali ke Akar

int

RAKYATSULSEL.COM – Band indie Payung Teduh resmi ditinggal dua personelnya Senin lalu (1/1). Yakni, vokalis Mohammad Istiqamah Djamad alias Is dan basis Abdul Aziz Kariko alias Comi.

Kini band yang terbentuk pada 2007 itu hanya menyisakan Ivan Penwyn (gitarlele dan trompet) dan Alejandro Saksakame alias Cito (drum dan cajon).

Lalu, apakah kita masih bisa mendengarkan lagu-lagu terbarunya di radio? Kemungkinannya kecil. Sebab, Payung Teduh akan kembali menempuh jalur seperti awal mereka terbentuk dulu. Yakni, di panggung teater.

”Kami tegaskan kalau Payung Teduh tidak bubar. Ivan dan Cito ingin meramu atau mengonsep ulang identitas musik kami,” kata Bayu Fajri, perwakilan Payung Teduh, ketika dihubungi, Rabu (3/1).

Bayu menjelaskan, saat pertama berdiri, Payung Teduh adalah band yang mengiringi pertunjukan teater. Musik dan liriknya yang nyeni dan puitis cocok dengan suasana pertunjukan teater.

Setelah 10 tahun, musik Payung Teduh semakin variatif dan komersial. Selain mengangkat genre folk, Payung Teduh memasukkan keroncong, jazz, hingga pop.

Setelah ditinggal dua personel utama, Bayu mengungkapkan bahwa Ivan dan Cito berencana menjadikan Payung Teduh pengiring teater lagi. Lagu-lagu Payung Teduh akan mereka bawakan berdua atau dengan bantuan musisi teater lainnya.

”Is dan Comi sudah memberi izin. Bahkan, nama Payung Teduh tetap boleh digunakan,” tambah Bayu. Gaya musik yang akan diangkat pun kembali ke folk.

Lantas, apakah Payung Teduh akan tampil di festival musik? Karena penggemarnya banyak, Bayu mengungkapkan hal itu sangat mungkin terjadi.

Bahkan, jika bisa, Ivan dan Cito akan menciptakan lagu-lagu baru yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah album. ”Istirahat bukan berarti absen berkarya kan,” ujar Bayu.

Kali terakhir Payung Teduh tampil dalam formasi berempat di Hotel D’Emmerick Salib Putih, Salatiga, Minggu (31/12). Pada 19 Desember, mereka merilis album terbaru berjudul Ruang Tunggu. Itu merupakan album terakhir yang melibatkan Is dan Comi.

Is sendiri, setelah tak lagi bersama Payung Teduh, ingin berfokus pada karirnya sebagai penulis. Juga ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sementara itu, Comi ingin berfokus pada karirnya sebagai dosen sastra Inggris di Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat. Keduanya kompak berharap Payung Teduh tetap eksis dan selalu berkarya.

”Kalau Ivan dan Cito butuh bantuan, dengan senang hati saya bantu,” kata Is. (len/c6/na)


div>