Tinggalkan Tanribali, NA Dinilai Plin-Plan

Doc.RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Prinsip “Taro Ada Taro Gau”¬† yang ditanamkan para leluhur Bugis-Makassar, sejatinya tetap menjadi pegangan kita, khususnya bagi pemimpin dan calon pemimpin.

Karakter dan prinsip yang ditanamkan tak boleh diabaikan begitu saja hanya karena ambisi. Sebab lagi-lagi, para pendahulu selalu menekankan, bahwa salah satu yang membedakan manusia adalah sikapnya.

Jika pemimpin dan calon pemimpin tak mampu memegang kata-katanya, maka patut untuk dipertanyakan. Sangat beresiko jika sikapnya inkonsisten atau “plin-plan”. Lain di mulut, lain di tindakan.

Akademisi UIN Alauddin Makassar, Syahrir Karim mengurai tentang kepemimpinan. Menurutnya,¬† pemimpin yang suka “plin-plan” dalam bersikap bisa mempengaruhi¬†¬† efektifitas kepemimpinan. Belum lagi jika seorang pemimpin tak patuh pada pendiriannya. “Orang bugis bilang ‘taro ada taro gau’. Pemimpin yang tidak konsisten bukanlah pemimpin yang baik.

Bahayanya adalah, pemimpin seperti ini, visi pembangunanya tidak jelas,” kata Syahrir, kepada wartawan, Rabu (11/10) kemarin.

Pemimpin yang tidak konsisten juga sulit terhindar dari kehilangan kepercayaan. Begitu pun, pemimpin yang suka plin-plan, biasanya dimiliki oleh mereka yang tidak tahu membedakan antara kepentingan kelompok atau publik dengan kepentingan pribadi.

Pandangan sama ditegaskan Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Dr Adi Suryadi Culla. Saat dihubungi terpisah, akademisi Unhas ini, mengaku sangat beresiko jika pemimpin tidak konsisten. Alasannya hal itu bisa menimbulkan ‘discard’ atau kehilangan kepercayaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here