KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Tingginya Potensi Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Diskusi Bareng Jurnalis

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Niar

Jumat , 07 Desember 2018 14:37

PAREPARE, RAKSUL.COM – Untuk mengantisipasi tingginya potensi pelanggaran dan sengketa pada pemilu 2019 Di Kota Parepare, Bawaslu provinsi Sulawesi Selatan mengajak para Jurnalis se-Kota Parepare dan mahasiswa, berdiskusi dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilu Tahun 2019.

Kegiatan ini digelar oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi. Kegiatan ini dibuka Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan L. Arumahi dan menghadirkan empat pemateri, yakni komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan Herwanita, Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Adnan Jamal, SH, Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad dan Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan Amrayadi.

Sebelum membuka kegiatan tersebut, L. Arumahi melihat tingginya pelanggaran dan sengketa pada pilkada 2018 di Kota Parepare, Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan sengaja mengajak peran serta kedua belah pihak, yakni para media dan Bawaslu Kota Parepare, untuk bekerjasama dalam melakukan pengawasan partisipatif pemilu 2019.

“Keberadaan wartawan sangat dinilai oleh bangsa ini, olehnya itu para media diajak untuk bagaimana mendorong pembangunan nasional termasuk pembangunan demokrasi yang fair,” jelas Arumahi.

Arumahi juga meminta kepada para media, agar melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan Bawaslu Kota Parepare, melaporkan hal-hal yang diduga terjadinya pelanggaran pemilu.

“Saya tantang kepada media (wartawan) untuk melaporkan pelanggaran pemilu, karena yang sering terjadi masih sebatas pemberitaan, belum ada yang berani melaporkan,” pintanya.

Bagi kami (Bawaslu), lanjut Ketua Bawaslu Provinsi Sulsel ini, media juga merupakan aktor utama untuk menunjang dalam memberitakan terkait tupoksi Bawaslu. Kami akan terus merangkul media dalam hal pemberitaan untuk sama-sama mengawal perjalanan demokrasi di Kota Parepare,” ujarnya. (Yanty)


div>