SELASA , 17 JULI 2018

Tingkat Partisipasi Pemilih Menurun, KPUD Parepare Genjot Sosialisasi Meski Panwas Belum Terbentuk

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 16 Juni 2017 15:32
Tingkat Partisipasi Pemilih Menurun, KPUD Parepare Genjot Sosialisasi Meski Panwas Belum Terbentuk

GENCAR SOSIALISASI- KPUD Kota Parepare menggelar sosialisasi Pentingnya Partisipasi Pemilih pada Pilkada di salah satu Warkop di Parepare, belum lama ini.

PAREPARE, RAKSUL.COM- Berdasarkan data tingkat partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya pada perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Walikota (Pilwalkot), Pemilihan Gubernur (Pilgub), dan Pemilihan Presiden, nampaknya persentase partisipasi pemilih di Kota Parepare mengalami penurunan jika dibandingkan pada perhelatan event Pemilu sebelumnya.

Dari data yang dihimpun dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Parepare, data tingkat partisipasi masyarakat pada Pilgub 2007 dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 83.472 jiwa, sementara jumlah seluruh pengguna hak pilih 52.727 jiwa atau dengan prosentase 63.17 persen. Sementara Pilgub 2013 dengan DPT 100.966 jiwa, hanya 66.654 jiwa yang menggunakan hak pilihnya atau 66.31 persen.

Kejadian serupa juga terjadi pada Pileg 2009 dengan jumlah DPT 86.529 jiwa, sementara yang menggunakan hak pilihnya mencapai 66.975 jiwa dengan prosentase 77.87 persen. Pileg 2014 justru mengalami penurunan, dengan DPT 100.985, jumlah seluruh pengguna hak pilih hanya 78.380 atau dengan capaian 77.51 persen. Angka ini menunjukkan ada penurunan dari 77.87 pada pileg 2009 menjadi 77.51 pada pileg 2014.

Selanjutnya, pada Pilpres 2009, jumlah DPT 90.252, warga Parepare yang menggunakan hak pilihnya 67.532 atau dengan capaian 75.21 persen. Sementara pada Pilpres 2014 dengan jumlah DPT 100.916, jumlah pengguna hak pilihnya hanya 69.675 atau 69.65 persen. Angka ini jauh berbeda dengan perhelatan Pilpres 2009 yang menunjukkan capaian hingga 75.21 persen.

Penurunan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya, nampaknya dipicu oleh pemilih Pemula, yang dipastikan jumlah pemilih kategori ini akan meningkat pada Pilwalkot yang dihelat bersamaan dengan Pilgub pada 27 Juni 2018 mendatang.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam perhelatan dua even pemilu tersebut (Pilwalkot dan Pilgub), dibutuhkan kerja ektra dari KPUD Kota Parepare untuk terus bersosialisasi, baik kepada pemilih pemula, maupun kepada masyarakat yang berada di daerah pedalaman. Sosialisasi yang dilakukan pun harus melibatkan berbagai pihak, termasuk Panitia Pengawas Pemilu dalam pengawasan, untuk memastikan bahwa sosialisasi yang dilakukan bukan sebatas formalitas belaka.

Ditanyai perihal tersebut, Ketua KPUD Kota Parepare, Nur Nahdiyah pada kegiatan Konfrensi Pers, dengan agenda Launching dan Sosialisasi Tahapan Pilkada 2018 di Ruang Media Centre KPU Parepare, Jumat, (16/6) mengatakan, selama ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi meskipun tanpa pengawasan dari Panwaslu. Hal itu dikarenakan, pembentukan Panwaslu berdasarkan jadwal yang diatur dalam Undang-undang tentang Pembentukan Panwaslu baru dilakukan Juni ini, sehingga kata dia, konten yang disosialisasikan pun tidak bertentangan dengan kode etik KPUD, serta masih dalam ranah penyadaran bagi masyarakat akan pentingnya berpartisipasi dalam memilih.
[NEXT-RASUL]

“Meskipun Panwaslu belum terbentuk, proses pelaksanaan sosialisasi tetap kami lakukan, tetapi kontennya berbeda. Selama ini kita fokus pada sosialisasi penyadaran pentingnya dalam berpartisipasi sebagai pemilih. Kami belum fokus ke pilkada, jadi muatan sosialisasi berbeda. Tanpa panwa, kami harus dan wajib melaksanakan sosialisasi,” paparnya.

Terkait model sosialisasi yang telah dilakukan, Nur Nahdiyah menguraikan berbagai macam sosialisasi yang dilakukan dengan metode dan tempat yang berbeda. Salah satu di antaranya dengan melaunching Rumah Pintar Pemilu, yang dinamai Mappamacca. Rumah Pintar Pemilu ini kata dia, sebagai bentuk inovasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih jelang Pilkada.

“Kita sudah menerima organisasi masyarakat yang datang dan mereka ingin mengetahui lebih luas, hampir 10 organisasi sudah mengunjungi Rumah Pintar Pemilu dalam rangka diskusi tentang kepemiluan,” jelasnya.

Mengenai peningkatan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dipastikan mengalami peningkatan hingga 125 ribu jiwa, Nur Nahdiyah menjelaskan, jika peningkatan tersebut akan diikuti pula dengan peningkatan anggaran dan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), pada Pilpres 2014 lalu hanya 298 TPS, maka Pilwalkot dan Pilgub 2018 mendatang, pihaknya merencanakan akan menambah jumlah TPS menjadi 325.

“Insya Allah, kita selalu berusaha agar jumlah pemilih yang dipastikan meningkat ini berbanding lurus dengan sosialisasi. Mengenai anggaran sosialisasi, kami belum bisa mempublish karena masih akan dirasionalisasi sesuai anggaran yang ditetapkan Pemkot Parepare nantinya,” ujar Mursalim, Devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPUD Kota Parepare, menambahkan.

Perbandingan Tingkat Partisipasi Masyarakat
1.Pilgub 2007 dan 2013

Pilgub 2007 (DPT : 83.472 jiwa, jumlah pengguna hak pilih 52.727 jiwa atau 63.17 persen)
Pilgub 2013 (DPT 100.966 jiwa, jumlah pengguna hak pilih 66.654 atau 66.31 persen)

2.Pileg 2009 dan 2014

Pileg 2009 (DPT 86.529 jiwa, jumlah pengguna hak pilih 66.975 jiwa atau 77.87 persen)
Pileg 2014 (DPT 100.985 jiwa, jumlah pengguna hak pilih 78.380 atau 77.51 persen)

3.Pilpres 2009 dan 2014

Pilpres 2009 (DPT 90.252, jumlah pengguna hak pilih 67.532 atau 75.21 persen)
Pilpres 2014 (DPT 100.916, jumlah pengguna hak pilih 69.675 atau 69.65 persen)

Sumber : Data KPUD Kota Parepare


Tag
div>