Tingkatkan Kualitas Hidup Penderita DM Tipe 2 Melalui Keluarga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM — DOSEN Yayasan STIK Makassar Sri Syatriani mencoba  melakukan penelitian terhadap penderita diabetes. Diakui  salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi cukup tinggi adalah diabetes mellitus (DM) atau biasa juga disebut penyakit gula atau kencing manis.
Dijelaskan Sri, diabetes mellitus telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Prevalensi dan insiden penyakit ini meningkat secara drastis di negara-negara industri baru dan negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. WHO (2009) melaporkan bahwa Indonesia masuk ke dalam sepuluh negara dengan jumlah kasus diabetes mellitus terbanyak di dunia.
Jumlah pasien diabetes mellitus tipe 2 mengalami peningkatan secara perlahan setiap tahun, diperkirakan sekitar 439 juta orang di dunia akan terdiagnosis menderita diabetes mellitus tipe 2 pada tahun 2030.
Data Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa jumlah pasien diabetes mellitus lima tahun terakhir mengalami peningkatan. Pasien diabetes mellitus yang berobat di puskesmas tahun 2010 sebesar 9,61%, 2011 sebesar 9,32%, meningkat pada tahun 2012 sebesar 12,6%. Pasien diabetes mellitus yang berobat di rumah sakit lima tahun terakhir mengalami peningkatan, tahun 2010 sebesar 14,24%, 2011 sebesar 29,38%, tahun 2012 sebesar 27,64% (Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan, 2013).
Ditambahkan ibu dari Muhammad Taufiqurrahman, Athifah Tiara Akhsan dan Anindhita Ramadhani Akhsan jika prevalensi diabetes mellitus di kota Makassar selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan.
Pasien diabetes mellitus tahun 2012 sebanyak 14.067 kasus, meningkat menjadi 14.604 kasus pada tahun 2013, dan tahun 2014 meningkat sebesar 21.452 kasus (Dinkes Kota Makassar, 2014).Peningkatan jumlah pasien diabetes mellitus menyebabkan beban penyakit diabetes mellitus semakin besar, tidak hanya beban kesehatan masyarakat tapi juga beban ekonomi. Selain itu diabetes mellitus juga dapat membawa banyak kecacatan dan kematian. Kematian akibat penyakit diabetes mellitus mengalami peningkatan lima tahun terakhir.  Menurut data Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan, jumlah kematian diabetes mellitus tahun 2010 sebesar 10,30%, tahun 2011 sebesar 11,26%, tahun 2012 sebanyak 232 kasus (Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan, 2013).
Prevalensi dan jumlah kematian akibat diabetes mellitus yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan beban pemerintah dan masyarakat untuk upaya penanggulangan juga semakin besar. Karena itu kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan diabetes mellitus sangat dibutuhkan. Mengingat bahwa diabetes mellitus akan memberikan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar.
Diakui, pasien diabetes mellitus perlu mendapatkan perhatian karena penyakit ini akan menyertai pasien sampai meninggal dunia,” ungkapnya.
Kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 adalah aspek penting dalam diabetes mellitus karena kualitas hidup yang buruk akan mengurangi perawatan diri yang akan membuat kontrol glikemik semakin buruk, meningkatkan risiko komplikasi, dan membuat diabetes semakin buruk baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Karena itu, isu kualitas hidup sangat penting dan baik untuk meramalkan bagaimana pasien dapat menangani penyakitnya dan memelihara kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.
Selain itu, dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya gender, umur, perbedaan etnis, sosioekonomi, psikososial, obesitas, aktivitas fisik, alkohol, merokok, komplikasi, kurang kontrol DM, manajemen DM, kesepian, dukungan sosial, dan pola makan (Morewitz, 2006).
Perencanaan pola makan yang baik dan kepatuhan pasien terhadap pola makan akan mencegah terjadinya komplikasi dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Perencanaan pola makan pasien diabetes mellitus mencakup kualitas diet pasien. Kualitas diet bergantung pada jenis makanan dan ukuran asupan yang dikonsumsi selama satu hari, untuk mengetahui kualitas diet telah dikembangkan beberapa instrumen salah satunya adalah Healthy Eating Index 2010.
“Perbaikan kualitas hidup pasien diabetes mellitus dapat dilakukan dengan adanya dukungan dari keluarga pasien,” ujarn wanita kelahiran Bone, 16 Februari 1979 ini.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pendampingan keluarga. Pendampingan keluarga adalah program yang dilakukan berupa konseling kepada keluarga pasien diabetes mellitus tentang pengaturan diet sehat yang mengacu pada Healthy Eating Index 2010. Pendampingan keluarga diharapkan dapat membantu dan mendukung pasien untuk mematuhi diet yang sehat, mengontrol gula darah, dan melakukan aktivitas fisik sehingga akan memperbaiki kualitas hidup pasien.

1. Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Murid Kelas VI SD Sudirman Kota Makassar dipublikasikan pada Media Kesehatan Masyarakat Nasional No.04, Volume 01 Juni-Agustus 2005 ISSN : 0216-2482
2. Analisis Faktor Risiko Kejadian Kanker Payudara pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dipublikasikan pada Jurnal Ilmiah Prospek Volume IX, Edisi II, Juni 2007 ISSN ; 0852-8780
3. Partisipasi masyarakat menanggulangi lingkungan demam berdarah dengue di kecamatan Rappocini Kota Makassar dipublikasi pada Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 3, nomor 5, April 2009 ISSN : 1907-7505
4. Hubungan faktor risiko ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di rumah sakit umum Barru dipublikasikan Media Gizi Pangan, volume VII, No.1, Januari-Juni 2009 ISSN : 1858-4608
5. Gambaran kecukupan konsumsi makanan pada siswi SMP Negeri 19 kota makassar dipublikasikan pada Media Gizi Pangan volume VIII, Edisi 2, Juli-Desember 2009 ISSN 1858-    4608
6. Hubungan status gizi dan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar pada anak di SD Integral Al Bayan kecamatan Tamalanrea dipublikasikan pada Media Gizi Pangan volume VIII, Edisi 2, Juli-Desember 2009 ISSN 1858-4608
7. Konsumsi makanan dan kejadian anemia pada siswi salah satu SMP di kota Makassar dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 4, nomor 6, Juni 2010 ISSN 1907-7507 terakreditasi Dirjen DIKTI
8. Hubungan pengetahuan ibu dan pola konsumsi dengan kejadian anemia gizi pada ibu hamil di puskesmas Kassi-Kassi dipublikasikan pada Media Gizi Pangan volume X, edisi 2, Juli- Desember 2010 ISSN 1858-4608
9. Faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di rumah sakit umum perjan dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan Bung Volume 1, edisi ke 2, Juni 2011
10. Faktor Risiko Kejadian Kanker Serviks di RSUP Dr. Wahidin Sudirihusodo Makassar Sulawesi Selatan dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional FKM UI Volume 5, Nomor 6, Juni 2011
11. Hubungan Pengetahuan Ibu dan Pola Konsumsi dengan Kejadian Anemia Gizi pada Ibu Hamil di Puskesmas Kassi-kassi tahun 2009 dipublikasikan pada Jurnal Mitra Sehat STIK Makassar Volume I Nomor 1 November 2011
12. Faktor Risiko Kejadian Kanker Paru-Paru di RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dipublikasikan pada Jurnal Mitra Sehat STIK Makassar Volume II Nomor 1 Mei 2012
13. Konfirmasi Pemeriksaan Mikroskopik terhadap Diagnosis Klinis Malaria dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional FKM UI Volume 6, Nomor 6, Juni 2012
14. Gambaran Efek Samping Kontrasepsi Suntikan Pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Un Kota Tual Propinsi Maluku dipublikasikan pada Jurnal Mitra Sehat STIK     Makassar Volume II Nomor 2 November 2012
15. Pengetahuan Ibu Tentang Pemeriksaan Kehamilan Sampai Proses Persalinan Di RSKD Ibu Dan Anak Siti Fatimah dipublikasikan pada Jurnal Mitra Sehat STIK Makassar Volume III Nomor 1 Mei 2013
16. Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Rappokalling Kecamatan Tallo Makassar dipublikasikan pada Jurnal Mitra Sehat STIK     Makassar Volume III Nomor 2 November 2013
17.Analisis Kejadian Anemia Besi Pada Remaja Putri di Puskesmas Serwaru Kabupaten Maluku Barat Daya dipublikasikan pada Jurnal Mitra Sehat STIK Makassar     Volume IV Nomor 1 Mei 2014
18. Hubungan Pola Diet dan Stres dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Jalan di RS labuang Baji Kota     Makassar dipublikasikan pada Jurnal Mitra Sehat STIK Makassar Volume IV Nomor 2 November 2014
19. Asupan Makanan dan Pertumbuhan Baduta di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar dipublikasikan pada Media Gizi Pangan Volume XIX, Edisi 1, Januari-Juni 2015
20. Hubungan Asupan Makanan dan Pemberian ASI dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat dipublikasikan pada Media Gizi Pangan Volume XIX, Edisi 1, Januari-Juni 2015
21. Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Taretta Kecamatan Amali Kabupaten Bone dipublikasikan pada     Jurnal Hierarki Skep, Volume IV, Nomor 2, Juli 2015
22. Faktor Risiko Kejadian Gondok Di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima Tahun 2015 dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan Bung Volume 6  Edisi Ke 1 Maret 2016
23. Hubungan Pengetahuan dan Informasi dengan KEsiapan Psikologis Remaja Putri Usia Pubertas Menghadapi Menarche di SMPN 31 Makassar dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan Bung Volume 6  Edisi Ke 3 September 2016
24. Assesment of the Family Support  on the Improvement of Health Related Quality of Life for Alcoholics and Smoker in Type 2 DM Patient in Makassar Municipality dipublikasikan pada International Journal of Sciences : Basic and Applied Research (IJSBAR) ISSN 2307-4531 (Print and online) Volume 32 Nomor 2 2017.

E. Karya Ilmiah/Artikel Jurnal yang telah dipublikasikan

1. Analysis Relationship between Public Health with Dengue Fever Incidence in Banta-Bantaeng Village, Rappocini  Sub-District, Makassar City dipresentasikan pada Pertemuan Internasional IAKMI di Medan tahun 2009
2. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Penderita HIV/AIDS di kota Makassar dipresentasikan pada Asia Pasific Academic Consortium of Public Health (APACPH) Tanggal 2010 22-24 November 2010  di Bali
3. Faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan Berobat Penderita TB di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Kota Makassar dipresentasikan pada Seminar Nasional Pembiayaan Nasional Berbasis Case Based Groups (INA-CBGS) 23 – 25 November 2012 di Padang.
4. Faktor Risiko Koinfeksi TB-HIV di RSUD Labuang Baji Kota Makassar dipresentasekan pada International  Conference on Emerging Trends in Academic Research (ETAR) 25-26 November 2014 di Bali.
5. Hubungan Stres dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Penderita DM tipe 2 di Puskesmas Barombong Kota Makassar Kongres Nasional IAKMI 13 3-5 November 2016 di Makassar
6. Hubungan Komplikasi DM dan Kepatuhan Diet dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita DM Tipe II Di Ruang Poli Interna RSUD Labuang Baji     Kota Makassar dipresentasekan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-1 Kesmas FKK UMJ-APTKMMI 2017 tanggal 3 Februari 2017
“Perbaikan kualitas hidup pasien diabetes mellitus dapat dilakukan dengan adanya dukungan dari keluarga pasien,” ujarn wanita kelahita Bone, 16 Februari 1979 ini.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pendampingan keluarga. Pendampingan keluarga adalah program yang dilakukan berupa konseling kepada keluarga pasien diabetes mellitus tentang pengaturan diet sehat yang mengacu pada Healthy Eating Index 2010. Pendampingan keluarga diharapkan dapat membantu dan mendukung pasien untuk mematuhi diet yang sehat, mengontrol gula darah, dan melakukan aktivitas fisik sehingga      akan memperbaiki kualitas hidup pasien.

RIWAYAT HIDUP
A. Data Pribadi
1.  Nama                               : Sri Syatriani
2.  Tempat/Tgl Lahir        : Bone/16 Februari 1979
3.   Alamat                           : Grand Aroepala Blok D No. 12 Tamangapa
4.      Status
a.   Nama Suami                : Mohammad Akhsan Nurhady, S.Farm, Apt
b.   Nama Anak                  :1.  Muhammad Taufiqurrahman
2.  Athifah Tiara Akhsan
3.  Anindhita Ramadhani Akhsan
B.     Riwayat Pendidikan
1.     Tamat SD tahun 1991 di SD Inpres 10/73 Patangkai Bone
2.     Tamat SLTP tahun 1994 di SMP Negeri Ujung Lamuru Bone
3.     Tamat SLTA tahun 1997 di SMU Negeri 2 Watampone
4.     Sarjana (S1) tahun 2001 di Universitas Hasanuddin
5.     Magister (S2) tahun 2005 di Universitas Hasanuddin

C. Riwayat Pelatihan
1.   Pelatihan Pekerti Tahun 2003
2.   Pelatihan Metodologi Penelitian Tahun 2003
3.   Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Tahun 2003
4.   Pelatihan Applied Approach (AA) Tahun 2007
5.   Workshop Bidang Penelitian Pengkajian Perempuan Tahun 2007
6.   Pelatihan Pengukuran Tes dan Penilaian Hasil Belajar Tahun 2008
7.   ESQ Basic Training Tahun 2009
8.   Pelatihan Advokasi Kesehatan Tahun 2010
9.   Pelatihan Konselor Sebaya Kesehatan Reproduksi Remaja Tahun 2010
10. Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Tahun 2010 dan Peningkatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Tahun 2012
11. Workshop Program Pemberdayaan Kelembagaan
12. Pelatihan Dasar Etik Penelitian Kesehatan dan Cara Uji Klinik yang Baik tahun 2013
13. Pelatihan Tata Lakssana Anak Gizi Buruk dan Gizi Kurang Tahun 2015
14. Pelatihan Pembuatan Soal Uji Kompetensi Tahun 2016
15. Pelatihan Review Soal Uji Kompetensi dan SIPENA tahun 2016
16. Workshop Peningkatan Mutu Dosen dalam Penyusunan Proposal Program       Riset Terapan Tahun 2017

D. Pekerjaan dan Riwayat Pekerjaan
1.  2001-2005                : Dosen Yayasan STIK Makassar
2.  2005-sekarang         : Dosen DPK STIK Makassar