SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Tingkatkan Kualitas Layanan Sertifikasi Jasa Konstruksi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 22 Desember 2016 00:28
Tingkatkan Kualitas Layanan Sertifikasi Jasa Konstruksi

Ketua Demisioner LPJK Provinsi Sulsel Panguriseng (kiri) bersama Ketua Terpilih LPJK Provinsi Sulsel AM Kilat Karaka memberikan keterangan usai pemilihan di Grand Clarion Hotel Makassar, Rabu (21/12). foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – AM Kilat Karaka yang mewakili unsur perusahaan konstruksi mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Sulsel periode 2016-2020.
Kilat mengungguli calon lainnya dari delapan orang yang mewakili unsur perusahaan, profesi, perguruan tinggi, dan unsur pemerintah.

“Alhamdulillah, dari delapan orang masing-masing dua orang per unsur yang ada di LPJK, akhirnya saya mewakili unsur perusahaan mendapatkan amanah menjadi ketua terpilih. Tadi pemilihan sistem voting, kekeluargaan, dan demokratis,” ujarnya.

Pemilihan Ketua LPJK Provinsi Sulsel sendiri menjadi agenda utama Rapat Pengurus Lengkap Perdana LPJK Provinsi Sulsel yang difasilitas Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar dan dihadiri perwakilan Dirjen Bina Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan di Grand Clarion Hotel Makassar, Rabu (21/12).

Kilat berjanji akan meningkatkan kualitas layanan sertifikasi jasa konstruksi. Yaitu dengan menerbitkan Sertifikat Badan Usaha (SBU) untuk setiap badan usaha jasa konstruksi dan Sertifikat Keahlian (SKA) bagi tenaga sarjana (D3, S1, dan S2) serta Sertifikat Keterampilan Kerja (SKTK) untuk lulusan STM/SMA yang memiliki keahlian.

“Insya Allah, program LPJK Provinsi Sulsel yang dirinsti kepengurusan lama akan kita lanjutkan. Seperti yang program andalan terakhir adalah sertifikasi gratis yang sudah dilaksanakan pengurus periode 2011-2016,” jelasnya.

Kilat menjelaskan, yang menjadi perhatian nantinya juga masalah masih kurangnya tenaga ahli yang tersertifikasi di Sulsel. Pasalnya, baru 10 persen tersertifikasi dari 13 ribuan tenaga ahli yang ada di Sulsel.

“Makanya, program lain yang akan dilaksanakan adalah pendidikan dan pelatihan bagi seluruh pelaku jasa konstruksi terutama bagi tenaga ahli yang ada. Peningkatan jumlah tenaga ahli yang tersertifikasi sangat penting dilaksanakan mengingat potensi proyek-proyek konstruksi di Sulsel sangat besar. Sulsel itu berada di urutan ke empat pasar konstruksi nasional setelah DKI Jakarta, Pulau Jawa, dan Sumatera,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Ketua Demisioner LPJK Provinsi Sulsel, Panguriseng, optimistis kepengurusan LPJK Provinsi Sulsel ke depan akan lebih bagus dan aktif serta berprestasi.

“Pak Kilat Karaka ini juga pengurus periode 2011-2016. Jadi kita optimistis akan melanjutkan program yang ada. Termasuk melakukan inovasi dan penyesuaian dengan era kekinian di sektor jasa konstruksi,” jelasnya.

Panguriseng yang masih menjabat ketua hingga pelantikan kepengurusan baru awal 2017 mendatang, mengatakan, LPJK Provinsi Sulsel menjadi barometer LPJK di Indonesia. Sebab sudah mengimplementasi lima tugas pokok LPJK.

Yaitu, pertama sebagai penelitan dan pengembangan jasa konstruksi. Kedua, melakukan pendidikan dan pelatihan. Ketiga, akreditasi dan sertifikasi tenaga kerja, tenaga ahli, dan tenaga terampil. Keempat, Sertifikasi Badan Usaha (SBU). Kelima, meningkatkan peran arbitrase, mediasi dan penilai ahli.

“Alhamdulillah, banyak terobosan-terobosan yang telah dilakukan LPJK Provinsi Sulsel dan itu menjadi percontohan LPJK secara nasional. Salah satunya Gerakan 1.000 (G1.000) Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang dicanangkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Grand Clarion Hotel Makassar, 21 November 2016 lalu. Hal itu juga sejalan dengan Undang-Undang (UU) Jasa Konstruksi (JK) Nomor 18 tahun 1999 yang mengamanahkan seluruh pekerja konstruksi yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi wajib bersertifikat,” terangnya. (***)


div>