Tingkatkan Operational Excellence, Garuda Indonesia Gelar Aircraft Cleaning

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM— Persaingan dalam usaha penerbangan semakin ketat, guna meningkatkan layanan pengguna jasa melalui orientasi peningkatan budaya “Operational Excellence” dengan melaksanakan kegiatan Aircraft Cleaning bersama Garuda Indonesia Group, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, kabupaten Maros, Jumat (4/8).

Vice President Kalimantan, Sulawesi, dan Papua Region Garuda Indonesia, I Wayan Suptrayasa mengatakan bertujuan meningkatkan sinergitas antar anak perusahaan Garuda Indonesia Group yang terlibat langsung dalam kegiatan Operational Excellence, diantaranya GMF Aero Asia, Aeroprima, dan Gapura Angkasa.

“Ini sebenarnya memberikan motivasi kepada teman clining bahwa dari berbagai manajemen juga sangat memperhatikan kebersihan,” ujar Wayan disela-sela membersihkan Pesawat CRJ1000.

Wayan menjelaskan ada dua jenis pesawat yang dibersihkan adalah Bombardier CRJ-1000Nextgen dan ATR 72-600. Setiap pesawat transit dilakukan pembersihan pada bagian kursi, karpet, toilet, kantong fungsi, tata letak majalah, dan perlengkapan lainnya.

“Kalau khusus pesawat yang menginap, kami pastikan pada bagian eksteriornya selalu bersih. Dan untuk alatnya perlu berhati-hati karena semua elektrik,”sebutnya.

[NEXT-RASUL]

Wayan mengaku bahwa posisi Garuda Indonesia berada posisi 11. Maka dari itu, pihaknya optimistis untuk meningkatkan dalam bentuk layanan pengiriman barang dan jasa.

“Harapannya dapat menghasilkan kualitas layanan yang konsisten bagi penumpang Garuda Indonesia tidak hanya dalam penerbangan tetapi juga pada layanan darat. Kami juga optimis bisa capai dan berada peringkat diatas,” ungkapnya.

Setelah dinobatkan sebagai World’s Top 10 Airline dan World Best Cabin Crew dan meraih penghargaan selama 4 kali, pihak manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas konsistensi layanan.

“Tradisi pelayanan juga harus terus dipertahankan mengemban kualifikasi sebagai maskapai bintang lima. Kegiatan ini merupakan salah satu milestone Garuda Indonesia untuk mengejar Top 5 The World Cleanest Aircraft Cabis tahun 2018,” imbuhnya.

Sementara itu, GMF AeroAsia Garuda Maintenence Fasility, Andriyono N H mengatakan kebersihan pesawat paling diutamakan agar tidak mengalami kerusakan.

“Suapa tidak cepat rusak dan pudar. Dan yang paling terjamah itu seperti karpet, maka dari itu setiap 3 bulan sekali kita gangi dengan yang baru,” pungkasnya. (Rrs)