SENIN , 22 OKTOBER 2018

Tingkatkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Maros Gandeng Lembaga Keagamaan

Reporter:

Muhammad Iqbal AM

Editor:

Iskanto

Senin , 01 Oktober 2018 14:48
Tingkatkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Maros Gandeng Lembaga Keagamaan

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Maros saat berdiskusi dengan Ormas Keagamaan Islam di Maros.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Dalam rangka pengembangan pengawasan partisipatif dan pelibatan seluruh elemen masyarakat untuk turut serta melakukan sosialisasi pengawasan dan pencegahan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Maros mengambil langkah strategis dengan cara menggandeng Ormas Keagamaan Islam di Maros.

Hal tersebut dilakukan dengan cara bersama-sama menyusun Draft Nota Kesepahaman bersama, yang nantinya akan ditandatangani bersama pada kegiatan Pengembangan Pengawasan Partisipatif, pada tanggal 2 Oktober 2018 di Grand Town Hotel, Maros.

Ketua Bawaslu Maros, Sufirman menyampaikan, jika pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama lembaga Keagamaan di Maros.

“Kami sudah melakukan rakor terbatas bersama MUI Kab. Maros, Dewan Masjid Indonesia Kab. Maros, DDI Kab. Maros, NU Kab. Maros dan Muhammadiyah Kab. Maros, dalam rakor terbatas ini kami telah menyusun bersama darft MoU yang menjadi dasar kesepahaman bersama dalam melakukan sosialisasi, pengawasan dan pencegahan potensi pelanggaran pemilu dengan pendekataan keagamaan,” ujar Firman.

Lebih lanjut, Firman menjelaskan, jika Nota kesepahaman tersebut ditujukan sebagai bentuk penyadaran ummat Islam tentang berbagai hal yang tak boleh dilakukan dalam kontestasi pemilu.

“Tujuan dari Nota Kesepahaman ini adalah bersama-sama melakukan penyadaran dan pembinaan ummat Islam tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam pemilu melalui ceramah-cermah Jum’at, pengajian dan aktifitas keagamaan lainnya,” paparnya.

Firman menambahkan, jika Bawaslu telah menyediakan buku Tausiyah kepemiluan yang nantinya akan dibagikan kepada lembaga-lembaga keagamaan.

“Kami dari Bawaslu Kabupaten Maros telah menyediakan buku Tausiyah Pemilu yang diterbitkan oleh Bawaslu RI yang nantinya akan kami berikan kepada lembaga keagamaan tersebut sebagai bahan tambahan untuk sosialisasi dengan pendekatan keagamaan, nanti teknis dan metode penyampaianya ke masyarakat itu kami serahkan sepenuhnya kepada para Mubalig yang disediakan oleh lembaga tersebut,” terangnya.

“Kami di Bawaslu Maros juga telah mengidentifikasi pengawas pemilu sampai Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa yang punya latar belakang penceramah dan kami memiliki kurang lebih 20-an pengawas pemilu penceramah dan siap juga untuk menyisipkan materi-materi kepemiluan pada ceramah jum’at,”lanjutnya.

Bawaslu Maros sangat mengapresiasi lembaga-lembaga keagamaan di Maros, karena memiliki keinginan besar agar masyarakat memiliki kesadaran berdemokrasi yang baik.

“Keterlibatan dan respon baik dari lembaga-lembaga keagamaan tersebut patut diapresiasi karena memang kita punya keinginan bersama supaya masyarakat memiliki kesadaran berdemokrasi yang baik, walaupun untuk merubah kebiasaan buruk itu tidak mudah tetapi minimal kita berupaya perlaham-lahan untuk merubahnya,” tutup Firman. (*)


div>