SENIN , 23 JULI 2018

Titik-titik Terorisme Sulit Ditemukan

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 29 Februari 2016 14:42

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mantan Pimpinan Teroris Asia Tenggara Nasir Abbas mengaku, saat ini sangat sulit untuk menentukan titik-titik terorisme di Indonesia. Bahkan, dikatakannya, masyarakat daerah-daerah terpencil di Poso sudah terpengaruh dengan paham Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

“Di daerah yang terpencil saja orang sudah terpengaruh dengan Paham ISIS. Artinya bisa ada dimana-mana,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) di Balai Jenderal Muh Yusuf Makassar, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kegiatan terorisme aktif di Poso disebabkan terdapat kelompok yang dipimpin oleh Santoso yang belum bisa dihentikan pihak kepolisian. Akibatnya, kelompok radikal menganggap Santoso berhasil dalam mempertahankan eksistensi. “Ini membanggakan kelompok radikal, sehingga mereka ingin mengirim dan bergabung dengan Santoso,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Abbas, jalur-jalur masyarakat untuk bergabung dengan Santoso harus dicegah dan ditutupi. “Jangan sampai masyarakat bisa masuk dan bergabung,” imbuhnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution mengatakan, pendekatan idelogi sangat penting untuk mencegah terorisme. Dia mengatakan, deteksi dini telah dilakukan oleh badan intelijen negara (BIN).

“Kita memanfaatkan RT/RW sebagai unsur terdepan di lapangan. Mereka memantau kondisi masyarakat. Sebab, tanpa ada laporan masyarakat, kita tidak bisa menanginya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengaktifkan aparat penjagaan, seperti pengawalan patroli hingga siskamling serta membuka dialog pemahaman terhadap terorisme di media sosial.


Tag
div>