• Rabu, 17 September 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Tokoh Film Makassar Meninggal Di Arena Konferensi Pers

Karya Terakhir Di Film Risalah Dari Timur

Senin , 27 Mei 2013 11:18
Total Pembaca : 336 Views
KAGET. Penulis cerita sinetron religi Risalah Dari Timur, Yacob Marala meninggal mendadak di sela-sela konferensi pers di Benteng Rotterdam, Minggu (26/5). Yacob Marala tiba-tiba terjatuh usai berbicara dalam jumpa pers. (Foto : ASEP/RAKYAT SULSEL)

Baca juga

AJAL bisa datang dimana saja, kapan saja, dan bisa menimpa siapa saja. Saat sutradara sekaligus penulis naskah film Risalah dari Timur, Jacob Marala tiba-tiba terkulai dari kursinya, tak banyak yang tahu bahwa dia sekarat. Hanya terdengar suara seperti ngorok ketika Jacob hampir terjatuh dari kursinya saat konferensi pers film ini di Fort Rotterdam, kemarin.

Akhirnya, tak lama kemudian, Jacob telah meninggalkan kita semua. Sulawesi Selatan kembali kehilangan salah satu putra terbaik di bidang seni. “Sungguh sebuah pukulan berat bagi kami. Pak Jakob adalah penulis skenario dari film Risalah dari Timur yang akan kami tayangkan Ramadhan nanti,” tutur Erwin sedih kepada awak media yang meliput konferensi pers ini.

Meninggalnya Jacob cukup mengagetkan audiens. Pasalnya, kreator teaterikal ‘Besse Road to Bollywood’ ini meninggal setelah mempresentasikan naskah Risalah dari Timur. Setelah menutup presentasinya, Jacob langsung terjerembab jatuh. Sempat mendapat pertolongan dari tim medis dan dilarikan ke RS Stella Maris, nyawa Jakob tidak tertolong lagi.

Tak terkecuali yang begitu terkejut adalah aktor film asal Ibu Kota, Jakarta, Jupiter. Saat mendengar kabar berpulangnya Jacob, mata Jupiter langsung berkaca-kaca. Sambil berbisik-bisik kepada teman duduknya, “Loh, saya kira cuma pingsan biasa. Saya nggak nyangka banget ini hari terakhir ketemu beliau,” bisiknya.

Kesan yang begitu mendalam lagi-lagi disampaikan Erwin Kallo, si empunya acara. Kata dia, saat-saar terakhir bersama Jacob sungguh tak memberi isyarat akan kepergian sesorang. “Padahal Pak Jacob begitu bersemangat. Terakhir sebelum jumpa pers ini (kemarin) beliau berkata bahwa sangat antusias sekali dengan film ‘Risalah dari Timur’. Padahal beliau mengaku memang akhir-akhir ini kurang istirahat. Sungguh kepergian beliau begitu memilukan hati kami,” tutur Erwin lagi.

Sejumlah karya film pernah menjadi buah tangan Jacob. Selain pementasan teater di Trans Studio Mall, Besse Road to Bollywwod, Jacob pernah membuat teater Cincong-cincong dalam Gerimis, berdasarkan cerpen Rahman Arge. Teater tersebut dimainkan oleh Teater Makassar untuk memeriahkan hari jadi ke-42 Dewan Kesenian Makassar (DKM).

Lakon tersebut didukung oleh aktor dan aktris Suprapto Budisantoso yang berperan sebagai Dumba, Rudhy Farooc (Palingge), Irwanto Danumulyo (Borra), Dena Ekaprasetya (Ipar), Rukmayanti (adik), dan Kamariah (Kamase).

“Sebenarnya karya beliau masih sangat banyak. Begitu berkelas dan mengangkat tema lokal. Beliau adalah pahlawan budaya lokal daerah kita,” tutup Erwin. (sul)