SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Tomas Bungin dan 6 Kades Tolak Pindah Dapil

Reporter:

Aziz Taba

Editor:

Lukman

Rabu , 21 Februari 2018 19:27
Tomas Bungin dan 6 Kades Tolak Pindah Dapil

Tokoh masyarakat Bungin saat menghadiri rapat dengar pendapat DPRD Enrekang.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Opsi pemindahan Kecamatan Bungin dari dapil I ke dapil II yang diwacanakan KPU Enrekang, menuai kontroversi. Hal tersebut terlihat, saat Komisi I DPRD Enrekang menggelar rapat dengar pendapat bersama KPU, Camat Bungin dan 6 kepala desa se kecamatan Bungin dan tokoh masyarakat Bungin, Rabu (21/1).

Kades Tallangrilau Harminsyah, Kades Bungin Duliamin, Kades Bulo Jasmin, Kades Baruka Safri, Kades Sawitto Syamsuddin, Kades Banua Rustam.

Juru Bicara Tomas Bungin, Jusman Pangara dengan tegas menolak adanya opsi pemindahan dapil Kecamatan Bungin.

“Kami tegaskan masyarakat Bungin tetap menolak berpisah dengan Maiwa,” terang Jusman.

Sementara Angota DPRD Enrekang Andi Hendra mengatakan bahwa jika pembagian 3 dapil selama ini tidak melanggar hukum, sehingga kata dia untuk apa dapil diubah.

“Kalau memang tidak ada aturan yang dilanggar, maka saya sarankan kita tetapkan saja seperti yang ada sekarang,” ujar legislator Partai Hanura.

Sementara itu Komisioner KPU Enrekang, Rahmawati menyatakan di Kabupaten Enrekang tidak ada penambahan maupun pengurangan dapil. Tapi hanya penataan saja.

“Kita hanya melakukan penataan dapil saja,” ungkap Rahmawati.

Sebelumnya KPU telah melakukan uji publik terhadap beberapa opsi tentang penataan dapil. Dari beberapa opsi mengerucut ada 3 opsi. Hanya saja ketiga opsi tersebut semuanya mengarahkan pemindahan Bungin dari dapil I Bungin terpisah dari Kecamatan Maiwa yang merupakan Kecamatan Induknya. (*)


div>