SELASA , 16 OKTOBER 2018

Tommy Soeharto di Dapil Papua, Berkarya Targetkan #2019GantiDPR Viral

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 03 Agustus 2018 22:30
Tommy Soeharto di Dapil Papua, Berkarya Targetkan #2019GantiDPR Viral

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (Issak Ramadhani/JawaPos.com)

RAKYATSULSEL.COM – Partai Berkarya terus mematangkan strateginya menghadapi Pemilu 2019. Partai yang diketuai Tommy Soeharto itu menargetkan dapat mengantarkan calon legislatifnya di kursi dewan dengan jumlah maksimal.

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menuturkan, partainya sudah mendaftarkan 575 bakal caleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dari jumlah itu ditargetkan minimal bisa menduduki 80 kursi DPR RI.

“Kita Partai Berkarya tunduk dan patuh pada aturan KPU RI. Mudah-mudahan 575 ini lolos. Target kita 80 kursi,” kata Priyo dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Berkarya, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).

Lebih jauh dikatakan mantan politikus Partai Golkar menyebut, target besar tersebut merupakan upaya Partai Berkarya merealisasikan keinginannya merevolusi parlemen. “Konsentrasi Berkarya detik ini masih fokus untuk viralkan tagar #2019GantiDPR. Terhadap tagar yang lain tunggu pada saatnya,” tegasnya.

Jika Bacaleg Partai Berkarya banyak tidak lolos, mantan politikus Partai Golkar itu berharap KPU memberikan kesempatan untuk memperbaiki. Caranya dengan mengganti bacaleg yang lebih memenuhi syarat.

Pada Pemilu 2019 ini, kata Priyo, Partai Berkarya menerjunkan kader terbaiknya. Di antaranya sang ketua umum, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto di daerah pemilihan (Dapil) Papua, serta Titiek Soeharto di Jogyakarta.

“Ibu Titiek Soeharto diutus nomor satu untuk Dapil DIY (Yogyakarta). Saya ditugaskan partai rebut kursi di nomor urut satu untuk Dapil Jawa Timur 1,” imbuhnya.

Belum lagi para bacaleg yang sudah pernah berada di DPR. Jumlahnya mencapai 15 orang. Umumnya mereka berasal dari PAN dan Golkar, PPP, PDIP, Demokrat, termasuk dan Nasdem.

“Bahkan dari Nasdem sangat getol dan aktif sekali (menarik kader dari partai lain) sampai beberapa kader Nasdem masuk ke Berkarya,” pungkasnya.

(sat/JPC)


div>