KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

TP Masih Bimbang

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 14 Agustus 2017 12:46
TP Masih Bimbang

HM Taufan Pawe, Walikota Parepare

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Taufan Pawe (TP) tampaknya masih bimbang dalam menentukan calon pendampingnya pada Pilwalkot Parepare tahun 2018 mendatang.

Petahana yang juga Ketua Golkar Parepare ini bahkan telah mengantongi rekomendasi usungan dari partai berlambang pohon beringin itu.

Taufan Pawe yang dikonfirmasi mengaku, figur pendamping dari manapun, baik politisi, maupun birokrat punya peluang yang sama, hanya saja sosok pendamping yang nyaman menjadi kriteria utama.

“Saya masih dalam pencermatan, Insya Allah beberapa bulan ke depan saya akan sampaikan siapa pendamping saya. Siapapun itu asalkan nyaman,” ujar Taufan.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menuturkan, sebagai petahana TP sangat diuntungkan dalam menentukan pasangan. Dimana, pastinya akan ada banyak figur yang ingin menjadi wakilnya, tinggal bagaimana TP menentukannya.

“Sebagai incumbent, TP punya akses dan pilihan yang terbuka untuk memilih wakil. Soal wakil, saya kira Pak TP sudah punya pengalaman. Syarat dan manfaat dari harmoni hubungan kepala daerah dan wakilnya sudah di jalani,” ungkap Luhur.

Luhur menjelaskan, dalam menentukan pasangannya, tentu akan ada penekanan dari sejumlah parpol pengusung. Sehingga memang, TP mesti cerdas-cerdas dalam menyikapi hal tersebut. Jangan sampai figur yang menjadi pendampingnya tidak sejalan dengan pemikiran TP sendiri.

“Saya kira untuk persiapan, kalau periode keduanya berlanjut maka yang prinsip adalah wakilnya orang yang lahir dari pilihan sadar dan punya chemistry. Bukan dari “perkawinan paksa” dari parpol pengusung,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut, kata Luhur, siapapun yang menjadi pendamping TP tidak mesti dari kalangan politisi. Tetapi yang harus diperhatikan adalah kefigurannya yang jangan sampai hanya menginginkan kekuasaan semata saja.

“Soal latar belakang calon wakil, saya kira tidak penting apakah birokrat, politisi atau profesional tetapi sebaiknya yang tidak punya “syahwat kuasa” melebihi dirinya sebagai kepala daerah,” beber Luhur.

Namun memang, terang Luhur, dari nama-nama yang beredar di media, bisa saja TP kembali memilih birokrat. Tetapi prinsipnya, wakil kepala daerah adalah orang bisa bekerja sama dengan kepala daerah dan membantu tugas-tugas pengawasan dan koordinasi program. (D)


div>