KAMIS , 19 JULI 2018

TP Tidak Ingin Lagi Ada Pungli Los di Pasar Lakessi, Warga: Cocokni

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 08 Maret 2018 15:17
TP Tidak Ingin Lagi Ada Pungli Los di Pasar Lakessi, Warga: Cocokni

int

PAREPARE, RAKSUL.COM – – Harapan warga pedagang terkait persoalan Pasar Semi Modern Lakessi, di Kota Parepare, sampai saat ini belum terjawab.

Pasar yang dibangun pada tahun 2008 lalu hingga kini masih menuai banyak kontroversi.

Di samping belum berfungsi maksimal, warga dan pedagang juga mengeluhkan beban pungutan sewa los yang terlalu tinggi. Bangunan terbengkalai, ribuan los kosong tak berpenghuni.

Calon Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, di hadapan warga Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, memastikan akan memberi solusi yang kongkrit terkait persoalan pasar tersebut.

“Insya Allah, kami sudah siapkan segala hal yang akan menjadi solusi persoalan pasar Lakessi. Warga tidak perlu khawatir,”tegas Taufan Pawe, disambut riuh ratusan warga.

Paslon petahana nomor urut 1 itu, mengungkapkan, sebelum memasuki masa cuti Pilkada sebagai Walikota pihaknya telah melakukan loby dengan pemerintah pusat dan akhirnya berhasil mendapat Dana Insentif Daerah (DID).

“Enam Milyar kita siapkan untuk melakukan pembenahan pasar tersebut, mulai dari bangunannya hingga proses pemindahan pedagang yang saat ini masih berada di pasar darurat Ini bukan dana pinjaman sehingga tak membebani keuangan daerah nanti,”terang Taufan Pawe.

Taufan Pawe menjelaskan, Pasar Lakessi dibangun dari anggaran yang bersumber dari dana pinjaman bank dunia sebesar Rp.41,6 Milyar.

Diawal pemerintahannya 2014 lalu, Taufan Pawe, mengaku terkejut lantaran dihadapkan dengan persoalan pembayaran angsuran dari pinjaman yang ditinggal oleh pemerintahan sebelumnya sebesar Rp2,5 Milyar per tahun.

“Keuangan daerah terbebani dengan angsuran dana pinjaman sebesar 2,5 M pertahun selama 24 Tahun,” ucap Taufan Pawe.

Meski begitu, kata Taufan Pawe, pihaknya tidak ingin mengorbankan masyarakat pedagang pasar lakessi, dari persoalan yang dihadapi pemerintah selama ini.

“Kami tidak diam, kami tidak tega dengan kondisi yang dialami oleh pedagang kita di Pasar Lakessi. Yang jelas solusinya sudah ada tinggal kita lakukan perencanaan tekhnisny. Saya tidak ingin lagi ada pungli-pungli dasana,”tutup Taufan Pawe.

Muhajir, ketua RW setempat mengungkapkan, mayoritas warga sekitar khususnya di Kelurahan Kampung Pisang, selama ini menjadikan pasar Lakessi sebagai ladang mata pencaharian mereka.

“Pasar Lakessi yang sejak dulu jadi tumpuan aktifitas ekonomi warga sampai sekarang belum berfungsi maksimal. Masalahnya sejak tahun 2008 lalu,” tutur Muhajir.

Dia dan warga lain pun, kini merasa legah dengan adanya solusi yang ditawarkan oleh Taufan Pawe.

“Alhamdulillah, yang kami tunggu sudah ada. Solusi dari pak Taufan membuat kami optimis Pasar Lakessi akan kembali hidup dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Cocokmi pak Taufan Pawe kembali jadi Walikota ta di Parepare,”ungkap Muhajir.

Seperti yang diketahui, penganggaran hingga proses pemindahan pedagang pasar Lakessi, pasca selesai di bangun menuai permasalahan, sampai kemudian berdampak pada proses hukum.

Mantan Sekda di priode itupun ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan, namun belakangan Kejati diam diam mengeluarkan SP3, dimana kasus itu mengarah pada dugaan terjadinya tindakan pencucian uang sebesar 1.6 Milyar, pungutan sewa lost tangan ribuan pedagang. (*)


div>