RABU , 14 NOVEMBER 2018

TP2D Masih Godok Program NA-ASS

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Senin , 05 November 2018 09:20
TP2D Masih Godok Program NA-ASS

Ilustrasi (Rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui Tim TP2D-nya pun kembali akan mengusulkan pengadaan helikopter di APBD Pokok 2019 mendatang. Saat ini pihaknya juga masih membahas pembangunan enam rumah sakit regional serta pembangunan rest area di beberapa titik.

“Pengadaan helikopter itu memang sempat tidak disetujui dewan pada perubahan kemarin, tapi apakah akan tetap diusulkan di APBD Pokok 2019? Tentu itu akan kami bahas secara internal dulu,” kata Jayadi Nas, selaku anggota tim TP2D, Minggu (4/11).

Meski begitu, mewakili TP2D Jayadi mengaku pengadaan helikopter itu tetap akan dimasukkan dan sudah masuk dalam RPJMD.

“Kita lagi bahas dengan teman-teman, yang jelas rancangan awal kita tetapkan masukkan ke RPJMD, selanjutnya bagaimana setiap OPD membuat RKA-nya,” paparnya.

Untuk rencana pembangunan enam rumah sakit regional, Jayadi mengaku pihaknya sudah menetapkan untuk sementara ada dua rumah sakit pada APBD Perubahan 2018. Selanjutnya diusulkan di APBD Pokok 2019 mendatang. “Belum diketahui kabupaten mana saja, tapi tentu ini akan tetap menjadi pembahasan kita,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah pada setiap pertemuannya juga kerap membahas percepatan pembangunan infrastruktur. Hal itu kata dia tentu masuk dalam penyusunan RPJMD yang sejatinya akan dibahas akhir November ini.

“Tentu kita akan memperbaiki infrastruktur, kita sudah memasukkan jalan pintas dari Sidrap menuju Kabupaten Luwu, dan itu akan memudahkan masyarakat, sudah pasti berdampak pada percepatan ekonomi. Selain itu sementara kita usulkan ke kementerian terkait soal pengerjaan jalan yang menghubungkan tiga provinsi di Sulawesi, yang terletak di Seko, Kabupaten Luwu Utara,” papar NA.

Khusus untuk rencana pembangunan enam rumah sakit regional, NA mengaku hal itu sudah dimulai pada penyususnan APBD- Perubahan 2018. Dana sebesar Rp3,9 miliar sudah siap untuk kegitan tersebut. Hanya saja baru dua rumah sakit yang bisa tercover.

Pembangunan kesehatan akan digencarkan di Sulsel demi peningkatan pelayanan kepada warga. Untuk itu, sangat tepat kata NA untuk membangun enam Rumah Sakit regional yang tersebar Sulsel tersebut. Nantinya RS ini akan difasilitasi dengan alat kesehatan yang memadai.

Masing-masing RS nantinya akan memback up beberapa kabupaten sekitar. Hanya saja, lokasi pembangunan belum ditentukan.
“Kami akan bangun enam rumah sakit regional di Sulsel. Hal itu untuk memudahkan warga mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal,” ulasnya.

Untuk tahap pertama lanjutnya akan dibangun dua, satu di Majauleng, Kabupaten Wajo dan satu lagi di Ujung Lamuru, Kabupaten Bone. Tahun 2019 mendatang, pembangunan fisik kedua rumah sakit ini sudah mulai dilakukan.

Sebagai persiapan, Dinas Kesehatan Sulsel sudah menyiapkan anggaran visibiliti studi, kajian Amdal dan master plan (DED) kedua rumah rumah sakit ini.

Pelaksana tugas Kepala Dinkes Sulsel, Bachtiar Baso mengatakan anggaran tersebut untuk perencanaan dan persiapan pembangunan dua rumah sakit regional. Untuk anggaran fisik akan diusulkan di APBD Pokok 2019.

“Kalau fisik, satu rumah sakit butuh sekitar Rp150 miliar ini belum termasuk fasilitas atau latar kesehatannya. Tahun ini, kita mulai siapkan untuk kajian dan DED di APBD perubahan,” katanya, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, beberapa waktu lalu.

Bachtiar mengakui anggaran pembangunan fisik memang besar, untuk itu dirinya berharap ada Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN. Hanya saja, saat ini dan tahun depan DAK sektor kesehatan di Sulsel digunakan untuk kelanjutan pembangunan RSUD yang ada, seperti RSUD Labuang Baji.

“Kita coba pakai APBD dulu, kalaupun tidak cukup kita kerjakan selama dua tahun atau multiyears. Kita usahakan juga cari dari DAK. Intinya kita lakukan bertahap untuk mewujudkan visi dan misi Pak Gubernur,” jelasnya. (*)


div>