SABTU , 20 OKTOBER 2018

Traficking Diduga Jadi Motif di Balik Serangan Bom Bangkok

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 29 September 2015 16:36

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Thailand tidak mengesampingkan masalah politik dalam negara sebagai motif di balik serangan bom di Bangkok pada pertengahan bulan lalu. Salah satu yang kemungkinan motifnya, karena tindakan tegas polisi Thailand terhadap kegiatan perdagangan manusia.

Kepala Polisi Thailand, Jenderal Polisi Somyot Pumpanmuang mengatakan, satu tersangka yang masih berkeliaran, bernama Yongyuth Pobkaew, diyakini terlibat dalam serangan bom bermotif politik itu. Sebab, kata Somyot, tersangka pernah terlibat dalam serangan yang sama pada 2010 dan 2014 lalu.

“Kami tidak menjebak siapa karena kami memiliki bukti ke arah itu dan fakta yang diperoleh para petugas penyidik,” kata Somyot dalam konferensi pers, Senin kemarin.

Dia mengatakan, tim investigasi menemukan bukti yang mengaitkan Yongyuth kepada serangan bom dekat kuil Erawan dan Dermaga Sathorn di Bangkok bulan lalu.

Menurut Somyot, tersangka Yongyuth memiliki kaitan dengan serangan bom pada Agustus lalu dan dua serangan bom lainnya saat politik Thailand dilanda konflik besar-besaran. Serangan bom itu terjadi di daerah Minburi di Bangkok pada 2014, dan di Samanmeta, provinsi Nonthaburi pada 2010.

Investigasi lebih lanjut, katanya, diperlukan untuk mengidentifikasi apakah Yingyuth memiliki kaitan dengan politik di dalam negeri.

“Itulah sebabnya saya katakan, hal ini adalah kasus dua kelompok yang memiliki tujuan sama. Satu kelompok dapat menggunakan kelompok yang lain, dan setelah itu mereka sama-sama mendapat manfaatnya,” katanya.

Sebelum ini, ada spekulasi bahwa serangan bom itu memiliki kaitan dengan politik Thailand dan tindakan tegas pemerintah Thailand pada kegiatan penyelundupan manusia. Namun motif yang sering dikemukakan adalah deportasi suku Uighur ke Tiongkok awal tahun ini.

Sementara itu, juru bicara polisi Thailand, Letnan Jenderal Polisi Prawuth Thavornsiri mengatakan, dalam serangan kali ini, Yongyuth bertanggung jawab dalam menyediakan dukungan dan bahan untuk membuat bom.

Ada 15 tersangka yang masih bebas, terdiri dari 13 warga asing dan dua warga.(jpnn)


Tag
  • Bom Bangkok
  •  
    div>