JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Tragedi KM Arista: 13 Orang Tewas, Ini Penyebabnya

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 14 Juni 2018 13:30
Tragedi KM Arista: 13 Orang Tewas, Ini Penyebabnya

Kabid Humas Polda Sulsel. Kombes Pol. Dicky Sondani saat melakukan konferensi pers. Foto: Ramlan/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca tenggelamnya Kapal Motor (KM) Arista yang menewaskam sedikitnya 13 orang penumpang. Semua penumpang merupakan warga pulau yang baru saja berbelanja kebutuhan untuk Lebaran di wilayah daratan Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel. Kombes Pol. Dicky Sondai mengungkapkan, penyebab Kapal tersebut tenggelam diduga dikarenakan melebihi kapasitas.

“Menurut keterangan, Kapal ini diisi lebih dari 40 orang, di mana kapal ini berangkat dari Paotere ingin menuju ke Pulau Barang Lompo,” ungkapnya.

Dicky menerangkan, kapal yang tidak diperuntukkan mengangkut penumpang ini tengelam akibat terjangan ombak tinggi yang menampar tubuh kapal disertai hembusan angin kencang atau badai.

“Kapal ini bukan kapal penumpang umum yang terdaftar untuk mengangkut penumpang. Situasi pada saat kejadian angin cukup kencang dan ombak cukup tinggi mengakibatkan fatal tidak bisa berlayar dengan baik akhirnya Kapal karam tenggelam,” katanya

Selain itu, kata Dicky, kejadian ini banyak menelan korban lantaran sebagian besar penumpang di kapal tersebut tidak mengunakan light Jacket. Terlebih kapal tersebut juga mengalami over kapasitas atau kelebihan beban muatan.

“Korban yang sudah kita identifikasi ada sebanyak 37 orang, 13 orang diantaranya meninggal dunia dan 24 orang selamat. Namu dari 13 orang yang meninggal dunia tersebut, 8 orang diantaranya masih berada di rumah sakit (RS) Jala Ammari TNI Angkatan Laut,” terangnya

Dicky menambahkan, jenazah para korban tengelam tersebut rencananya akan dipulangkan ke rumahnya di malam yang sama dengan menggunakan Kapal Polair.

“Kalau tidak ada halangan malam ini juga saudara-saudara kita yang meninggal dunia akan kita kembalikan ke kampung halamannya karena seluruh jenazah sudah bisa diidentifikasi,” katanya

Selanjutnya, upaya pencarian korban untuk sementara dihentikan, hal itu dikarenakan mengingat cuaca yang tidak memungkinkan. “Mungkin pencarian akan kita lanjutkan besok, apalagi manifest penumpang tidak ada sehingga kita tidak tahu persis berapa jumlah penumpang yang ada di Kapal tersebut,” katanya

Menurutnya, data yang telah berhasil terindentifikasi sebanyak 37 orang. Namun meski begitu, personil gabungan akan terus melakukam pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

“Insya Allah, kita bersama Basarnas dan TNI Angkatan Laut serta Polair akan mencari korban-korban lainnya yang kemungkinan berada di sekitar titik tenggelamya kapal tersebut,”imbuhnya

Dicky juga mengaku, pihaknya belum mengetahui pasti jumlah korban yang belum ditemukan.

“Mudah-mudahan besok sudah bisa kita temukan semua dan kita juga akan mencari keterangan pihak keluarga korban. Jadi bagi yang merasa kehilangan keluarganya silakan lapor ke Kepolisian. Kemudian kita data mungkin saja itu diantara mereka yang hilang,”pungkasnya

Diketahui, pasca kejadian ini juga tampak hadir di RS. TNI AL diantaranya Walikota Makassar, Kadis Kesehatan Sulsel, Kabid Dokkes Polda Sulsel dan Kapolres Pelabuhan Makassar.

Selanjutnya, personil Polair membawa jenazah korban ke Pulau Balla Lompo dengan dipimpin langsung Dir Pol Air, Kombes Pol. Purwoko. (*)

 


div>