SABTU , 20 OKTOBER 2018

Triwulan II, BI Catat Penemuan Uang Palsu 576 lembar

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 28 April 2016 17:29

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Sulsel mencatat temuan uang palsu pada triwulan pertama 2016 tercatat sebanyak 576 lembar, meningkat 59,12 persen bila dibandingkan dengan triwulan pertama 2015 sebanyak 362 lembar.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia, Causa Iman Carana, mengatakan kenaikan jumlah uang kertas rupiah palsu yang terindentifikasi di masyarakat di daerah ini pada triwulan pertama tahun ini. “Dalam laporan statistik ekonomi keuangan daerah Provinsi Sulsel menyebutkan di provinsi ini, terindikasi uang kertas rupiah palsu pada triwulan pertama sebanyak 576 lembar, meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat 362 lembar,” katanya ketika dikonfirmasi, Kamis, (28/4).

Causa meminta masyarakat waspada terkait kenaikan peredaran uang palsu tersebut. Pihak Bank Indonesia terus menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat umum dan pelaku usaha untuk meminimalisir peredaran uang palsu.

Ia juga mengaku, pihaknya mengintensifkan kerja sama dengan kepolisian dalam menekan peredaran uang palsu. Dia meminta masyarakat yang menemukan uang palsu untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib atau ke Bank Indonesia sehingga mendapat penanganan dengan baik dan cepat.

Sementara itu, Pakar Ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Dr Marsuki DEA mengatakan, persoalan uang palsu yang meningkat seiring semakin terbukanya hubungan ekonomi dan bisnis lintas daerah dan kebetulan memang Sulsel, khususnya Makassar menjadi pusat ekonomi dan bisnis di KTI.

“Bisa dikatakan bertanda baik karena berarti gambaran prospek daerah ini semakin jadi target-target tertentu untuk diusahakan termasuk meracok uang palsu, krn begitu menjanjikannya prospek ekonomi dan bisnis,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Tapi tentu jelas itu buruk atau tidak baik, karena akan bisa menunujukkan bahwa orang Sulsel dan Makassar juga sudah marak menggunakan uang palsu, meski mungkin saja mereka tidak tau, tapi yang jelas sudah menggunakannya.

“Jadi memang untuk baiknya, pihak BI khususnya, bersama pemangku kepentingan lain, seperti OJK dan perbankan, meningkatkan sosialisasi tentang bahaya dan tidak bermanfaatnya praktik uang palsu tersebut, dan terutama tentang bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan masyarakat dalam mendeteksi sejak awal uang palsu tersebut,” tutupnya.


div>