RABU , 14 NOVEMBER 2018

Triwulan III, BI Prediksi Ekonomi Membaik

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 09 Agustus 2017 14:26
Triwulan III, BI Prediksi Ekonomi Membaik

ASEP/RAKYATSULSEL/D

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Kepala Kpw Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso optimistis perekonomian Sulsel triwulan III 2017 akan kembali bergairah. Sesuai kajian pihak BI, ekonomi Sulsel masih akan tumbuh di kisaran 7,5 persen hingga 7,9 persen.

Menurut Bambang, ekonomi Sulsel masih akan ekspansif meski serapan anggaran di awal tahun tidak menunjukkan kinerja memuaskan. “Masih akan tumbuh di kisaran 7,5 persen hingga 7,9 persen,” ungkap Bambang, di menara bosowa, lantai 11, Jl Jend Sudirman, Makassar, Selasa (8/8).

Menurutnya, realisasi penyerapan anggaran diyakini akan mengalami peningkatan di triwulan-triwulan akhir tahun ini. Bahkan, menurut Bambang jelang tutup tahun realisasi anggaran akan terealisasi lebih besar dari tahun sebelumnya sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi relatif terjaga. “Realisasi ke sektor infrastruktur utamanya yang sangat berpengaruh,” bebernya.

Selain itu, sektor industri juga masih berpotensi menjadi booster atau pendorong pertumbuhan. Selanjutnya komoditas seperti kakao, ikan, kopi, dan rumput laut diolah lebih lanjut dan diperkuat manajemen pemasarannya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel lebih tinggi.

“Beroperasinya kawasan industri baru juga akan menjadi sumber pertumbuhan baru. Dan potensi MICE, pariwisata dan pengobatan juga bisa jadi ruang baru dari sektor jasa,” paparnya.

Bambang menilai ekonomi Sulsel pada triwulan III 2017 diperkirakan kembali meningkat menyusul masih tingginya permintaan global dan dukungan cuaca yang lebih baik.

“Terdapat beberapa faktor yang mendorong perekonomian akan tumbuh lebih tinggi pada triwulan III, diantaranya adalah adanya pencairan gaji ke 13, pola dan manufaktur juga akan lebih tinggi sejalan dengan masih cukup tingginya permintaan global,” harapnya.

Pakar Ekonomi sekaligus Ketua Program Studi Magister Ekekonomi Sumber Daya Universitas Hasanuddin, Dr Anas Anwar Makatutu mengungkapkan kondisi ekonomi di sulsel sama halnya dengan nasional yang melamban.

[NEXT-RASUL]

“Ini semua berkaitan, seperti anggaran yang banyak dipangkas, uang ke pusat lalu ke daerah berkurang. Kemudian, ekspor turun, itu akibat dari situ semua,” terangnya.

Walaupun pemerintah selalu mengatakan inflasi bisa diredamkan, kata Anas kenyataannya saat ini tidak seperti itu, malah harga tetap naik. “Saat ini masyarakat menahan untuk belanja karena harga naik. Kalau naik harga, perputaran uang malah stagnan dan bisa menyebabkan penurunan atau tumbuh melambat,” tandasnya.

Anas mengatakan untuk mengantisipasi hal itu, perlu dilakukan pemangkasan. Seperti jalan-jalan keluar negeri, dan kegiatan hal yang tidak penting.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman menuturkan, peranan balanja pemerintah terhadap perekonomian sangat kecil. Tidak sampai 20 persen. “Peran belanja permerintah itu hanya sekitar 8-11 persen, jadi tidak terlalu signifikan,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Jufri, untuk mendorong sektor ril dan informal bergerak, maka proyek-proyek infrastruktur pemerintah menjadi salah satu pemicunya. “Proyek-proyek swasta juga menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan,” jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan data BPS Sulsel, pertumbuhan ekonomi Sulsel tercatat sebesar 6,63 persen (yoy), melambat dibandingkan realisasi sebelumnya sebesar 7,52 persen (yoy). (D)


div>