SABTU , 16 DESEMBER 2017

Trump Ingin Jadi Sahabat Kim Jong-un

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 13 November 2017 06:25
Trump Ingin Jadi Sahabat Kim Jong-un

Donald Trump

DA NANG, RAKYATSULSEL.COM – Bukan rahasia lagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak saling menyukai. Kedua negara mereka juga sudah berpuluh-puluh tahun jadi musuh bebuyutan.

Namun, belakangan ini Trump memperlihatkan perubahan sikap terhadap Kim. Dia terkesan lebih lunak kepada cucu Kim Il Sung itu.

Beberapa waktu lalu Trump mengatakan ingin membatu Korut mencapai masa depan lebih baik. Sekarang, taipan 70 tahun itu malah mengaku ingin jadi sahabat Kim.

Trump mengungkapkan keinginan tersebut lewat Twitter. Dalam cuitannya itu Trump mengaku tersinggung karena disebut tua oleh Kim.

“Kenapa Kim menghinaku dengan menyebutku ‘tua’, padahal saya tidak akan pernah memanggilnya ‘pendek dan gendut?’ Yasudahlah, saya sudah berusaha sangat keras untuk menjadi temannya, dan mungkin suatu saat itu akan terjadi,” cuit politikus Partai Republik itu.

Ditanya soal cuitannya tersebut, Trump bersikeras bahwa ucapannya serius. Dia mengaku akan sangat senang jika bisa bersahabat dengan Kim.

“Mungkin akan aneh jika itu benar-benar terjadi, tapi tetap saja kemungkinan itu ada,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri KTT APEC di Da Nang, Vietnam, Minggu (12/11).

Tentu naif jika percaya Trump benar-benar tulus ingin berteman dengan Kim. Bagaimanapun juga, dia berkali-kali mengancam akan menghancurkan Kim dan Korea Utara jika terus mengembangkan senjata nuklir.

Ayah Ivanka itu memang tidak pernah menyebut Kim ‘pendek atau gendut’. Namun, dia menjuluki pemimpin ketiga Korea Utara itu Manusia Roket Kecil.

Kim pun tidak kalah gahar. Pada September lalu, dia menyebut Trump ‘dotart’, bahasa Korea untuk ‘orang tua bangka’.

’’Dengan jelas dan pasti (saya akan) menjinakkan si tua bangka gila yang sakit mental itu dengan api,” ujar Kim dalam pidatonya yang disebarluaskan kantor berita pemerintah Korut KCNA.

Apalagi, salah satu tujuan utama Trump berkunjung ke Asia adalah untuk memperkuat barisan anti-Korut. Pemilik slogan ‘Make America Great Again’ itu mengaku sukses membujuk Presiden Tiongkok Xi Jinping agar menjatuhkan sanksi lebih berat kepada Korut. (jpnn)


div>