SELASA , 23 OKTOBER 2018

Tuding Tak Netral, Anggota Panwas Diduga Dipukul Legislator Pangkep

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Senin , 14 September 2015 20:01

PANGKEP,RAKYATSULSEL.COM – Auliah Fajar, anggota Panwas Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep menjadi korban pemukulan saat melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye di Kampung Timporongan Kelurahan Segeri, Kecamatan, Segeri, Senin (14/9). Pelaku pemukulan sendiri adalah anggota DPRD Pangkep, Pattola Husain.

Menurut korban, Fajar, kejadian bermula saat anggota Panwascam Segeri dan satpol PP selesai menurunkan baliho di rumah Pattola yang juga posko salah satu pasangan calon bupati – wakil bupati Pangkep. Tidak terima tindakan itu, Pattola lalu mengejar mereka.

Kepada anggota Panwascam dan Satpol PP, Pattola melampiaskan amarah dengan adu mulut dengan anggota panwascam yang berujung pada pemukulan Fajar. Mobil patroli satpol PP tak luput dari amukan Pattola.

“Dia kejar kami dengan mobilnya dan hampir menabrakkan mobilnya ke mobil Satpol PP. Dia marah-marah karena baliho di rumahnya dikasi turun,” kata Fajar.

“Dia bilang Panwas jangan macam-macam karena katanya dia yang memberikan gaji panwas,” lanjutnya.

Usai kejadian, korban langsung melakukan visum puskesmas dan melaporkan kejadian ini ke Mapolsek segeri.

[NEXT-RASUL]

Pattola yang dihubungi membantah jika dirinya telah memukul salah satu anggota Panwascam. Politisi partai Golkar ini menyatakan dirinya hanya mendorong Fajar yang berbicara padanya dengan nada keras. Pattola mengatakan tidak tahu kalau kejadian itu sudah dilaporkan ke polisi.

Ia mengatakan Panwascam tidak netral, dibeberapa titik, baliho milik pasangan calon bupati – wakil bupati Pangkep Syamsuddin-Sahban (Sahabat Sejati)dicabut sementara atribut kampanye milik paslon HarapanKu (Abdul Rahman Assegaf-Kamrussamad) tetap terpasang, padahal lokasinya berdekatan.

“Saya lihat panwascam tidak netral. Saya lihat yang dibersihkan hanya alat kampanye Sahabat, sementara atribut Harapan dibiarkan. Pas saya datangi mobilnya dia loncat dan bilangi saya, mauki apa? kau pejabat saya juga pejabat,” kata Pattola.

“Tidak ada pemukulan, saya hanya mendorongnya saja. Dan itu peringatan dan pelajaran kepada dia tentang etika sebagai orang Bugis-Makassar, kita punya etika, bagaimana bicara kepada yang lebih tua,” ujarnya.

Ia mengatakan usai kejadian, Panwascam Segeri baru membersihkan atribut calon lain yang sebelumnya dibiarkan terpasang.


div>