SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Tuduhan Santet Berakhir Sumpah Al-Qur’an di Jeneponto

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 11 Agustus 2018 18:00
Tuduhan Santet Berakhir Sumpah Al-Qur’an di Jeneponto

ua warga Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Jum'at (10/8) kemarin nekat melakukan sumpah Al-Qur'an untuk membuktikan tuduhan santet. (Jejeth/RakyatSulsel)

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Dua warga Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Jum’at (10/8) kemarin nekat melakukan sumpah Al-Qur’an untuk membuktikan tuduhan santet.

Tidak terima dituduh menyantet saudara dari perempuan bernama Salma, Ramli akhirnya nekat melakukan hal tersebut di Masjid Al Fatta, Desa Balumbungan.

Salma yang tidak terima dengan pengelakan Ramli yang dia tuduh telah menyantet saudaranya akhirnya juga ikut melakukan sumpah Al-Qur’an.

Kedua belah pihak akhirnya bersumpah Al-Qur’an dihadapan pemandu sumpah, Imam Desa Balumbungan, Daeng Ngemba serta dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, Baso lala dan Kepala Fesa Balumbungan Surmiati fatta berserta jajarannya.

Sumpah seperti ini seolah – olah sudah menjadi jalan keluar untuk penyelesaian masalah. Kejadian seperti ini juga sudah pernah dilaksanakan di Kecamatan Bontoramba beberapa tahun lalu dengan motif masalah yang sama.

Setelah penyumpahan, Kasat Binmas Polres Jeneponto, AKP Syahrul menyempatkan untuk mengumpulkan warga dan sejumlah tokoh masyarakat guna menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Kepala desa, para tokoh agama beserta masyarakat atas kerja sinergitas yang terbangun.

“Saya selaku perpanjangan tangan dari Polres Jeneponto mengucapkan terima kasih karena pemerintah setempat yang bersinergi dengan Polres Jeneponto telah mampu menyelesaikan permasalahan hukum dan sosial agar tidak berkembang ke permasalahan yang lebih besar,” jelasnya saat di konfirmasi, Sabtu (11/8). (*)


div>