JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Tugas Baru IMB – Agus : Saya Masih Orang Baru

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 18 April 2017 10:03
Tugas Baru IMB – Agus : Saya Masih Orang Baru

int

MAKASSAR,RkyatSulsel.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel kini punya nakhoda baru.

Setelah sempat mengalami gonjang ganjing kepengurusan pasca mundurnya La Tinro La Tunrung, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto secara resmi melantik Idris Manggabarani (IMB) sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel. Proses pelantikan digelar saat pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Partai Gerindra di Padepokan Pencaksilat TMII Jakarta, Senin (17/4) lalu.

Pasca ditunjuknya Idris Manggabarani sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel, membuat kader partai berlambang kepala burung Garuda itu kini mesti bersatu. Apalagi, Partai Gerindra Sulsel nantinya akan menghadapi momentum politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak jilid tiga 2018 mendatang, termasuk diantaranya adalah menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel.

Seperti diketahui sebelumnya, DPD Partai Gerindra Sulsel sempat mengalami konflik internal setelah La Tinro La Tunrung mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bulukumba, Isradi Sainal mengapresiasi Gerindra Sulsel dipimpin IMB. “Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada Pak Idris. Semoga amanah dan kepercayaan partai dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Saya juga berharap Partai Gerinda juga akan semakin besar di Sulsel,” kata Isradi, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (17/4).

Ia menambahkan, dirinya sebagai kader dan Ketua DPC Partai Gerindra Bulukumba akan patuh dan taat pada keputusan partai tersebut. “Saya sebagai kader yang tahu aturan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) partai akan siap patuh dan mengawal keputusan tersebut,” ujarnya.

Adapun mengenai konflik internal yang membuat dua kubu pada DPD Gerindra Sulsel, Isradi berharap agar semua kader kembali bersatu demi partai yang lebih baik dimasa yang akan datang. Ia menilai, partai akan besar jika seluruh kader bersatu untuk bergerak bersama.

[NEXT-RASUL]

“Saya pikir sudah saatnya seluruh kader bersatu. Adapun kemarin ketika ada kubu-kubuan maka saatnya hal itu akan dihapus. Apalagi saat ini kita harus bersiap menghadapi momentum Pilkada, dan memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar, Nadhan Yusuf juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, seluruh kader mesti menekan sikap egoisme demi kepentingan partai.

“Saya kira, kita perlu ucapkan selamat kepada Pak Idris. Mudah-mudahan beliau dapat amanah atas jabatannya sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel. Dan kedua, adalah seluruh kader sudah harus bersatu dalam melihat bersama kepentingan partai,” jelasnya.

Menurut Nadhan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra sudah memutuskan dan mengeluarkan rekomendasi kepada Idris Manggabarani. Oleh karena itu, sepatutnya seluruh kader Partai Gerindra se-Sulsel untuk patuh dan taat pada keputusan tersebut.

“Surat Keputusan (SK) sudah ada, sehingga tidak ada keraguan lagi bagi kader untuk tidak patuh dan taat. Bagi saya, kader yang baik itu adalah kader yang tahu ADART partai dan menjalankannya,” pungkasnya.

Sementara, Apiaty Amin Syam menyambut baik hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra yang menunjuk Idris Manggabarani (IMB) sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel, menggantikan La Tinro La Tunrung yang mengundurkan diri beberapa bulan lalu. Oleh sebab itu, kata istri mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam ini sebagai kader menerima sepenuhnya keputusan DPP yang menunjuk IMB sebagai ketua di Sulsel. Apiaty mengatakan pengangkatan Idris sebagai ketua sesuai syarat dan kriteria di Gerindra. “Pengganti ketua harus kader internal partai, pengurus aktif di DPD dan untuk Idris sendiri merupakan rekomendasi dari La Tinro sebelum mengundurkan diri,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Ia menjelaskan, setelah pergantian ketua, kemungkinan besar akan terjadi perombakan besar struktur kepengurusan Gerindra Sulsel.”Belum ada SK kepengurusan (Gerindra Sulsel) baru, kan baru struktrur Ketua-ketua DPD. Jadi nanti akan ada struktur pengurusan baru,” kata dia.

Sekretaris DPC Gerindra Makassar, Arif Bahagiawan yang turut hadir dalam acara Rakornas Partai Gerindra¬† menuturkan, dengan dipilihnya IMB sebagai Ketua, secara otomatis menghilangkan polemik kursi kekuasaan yang telah berlangsung cukup lama ini. “Jadi waktu keputusan pusat itu saya juga turut hadiri, dibacakan dan namanya disebut. Sehingga itukan sudah mengakhiri polemik yang telah lama berlangsung ini, intinya sekarang kita siap menerima tidak ada lagi kata untuk tidak. Kita melaksanakan apa yang menjadi keputusan pusat, karena Partai Gerindra aturannya memang seperti itu,” ungkapnya.

Arif menjelaskan, keputusan yang telah dikeluarkan oleh DPP menjadi aturan dan keputusan yang wajib di taati oleh setiap DPD dan DPC Gerindra. “Di Gerindra itu ada budaya, jika ada kebijakan itu tidak dipertanyakan tetapi dilaksanakan. Ini tidak ada masalah kalau pak IMB menjabat sebagai ketua, karena beliau juga kan pengurus OKK,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arif menegaskan, IMB yang telah sah terpilih sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel wajib diterima oleh seluruh DPC se Sulsel. Pasalnya, kata dia, keputusan pimpinan pusat dalam hal ini Prabowo Subianto tidak dapat dielakkan. “Terpilihnya pak Idris kan bukan atas keputusannya sendiri tapi keputusan pak Prabowo, jadi kalau ada yang melawan keputusan itu berarti melawan pak Prabowo,” tuturnya.

Senada, Ketua DPC Gerindra Pinrang, Ahmad Ngaru menilai, keputusan DPP menetapkan IMB sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel merupakan sebuah keputusan yang telah melalui pembahasan terlebih dahulu. Sehingga, kata dia, tentunya dengan adanya penetapan tersebut menjadi awal baru untuk IMB membesarkan Gerindra di Sulsel.

“DPC Pinrang apapun yang menjadi keputusan DPP, kita di Pinrang pasti akan ikut akan hal itu. Kita patuh kepada Pimpinan, kalau beliau (IMB) sudah mendapatkan SK yah tentunya kita harus patuhi itu,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan, figur IMB tentu dinilai yang paling layak menahkodai Gerindra Sulsel. Bukan tidak mungkin, dari sejumlah figur yang ada IMB lah yang paling layak.

“Tentu DPP melihat sesuatu di Pak Idris sehingga menetapkan beliau sebagai Ketua. Karena tidak mungkin DPP salah pilih pastinya berdasarkan hasil penilaian tersendiri. Dan yakin pak Idris mampu membuat Partai Gerindra besar di Sulsel,” terangnya.

Sementara Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menilai ada tiga tantangan utama IMB memimpin Gerindra. Pertama, ia menyebutkan tantangan di depan mata yaitu soliditas internal dan solidaritas baru di internal partai. Dimana, kata dia, apabila solidaritas tidak terbangun maka tidak menutup kemungkinan adanya migrasi kader ke partai lain. “Persoalan yang di hadapi IMB selaku ketua DPD adalah membangun dan merekatkan kembali soliditas internal dan solidaritas baru di Gerindra. Sebagai bagian dari Faksi internal yang berkonflik dgn Faksi lainnya, maka tentu dibutuhkan pendekatan khusus untuk merangkul Faksi lain, demi lahirnya sebuah soliditas internal dan solidaritas baru. Kalau ini gagal dilakukan, maka potensi migrasi atau pelarian kader sangat mungkin terjadi. Ujian juga atas loyalitas kader pada keputusan ketua Umum,” ungkapnya.

Yang kedua, kata Luhur, konsolidasi organisasi yang terstruktur sesuai dengan budaya yang memang dianut oleh Partai Gerindra dibawah komando Prabowo sebagai pemegang kendali. Sehingga, kader harus mampu mengikuti instruksi yang diberikan tanpa melalui perdebatan terlebih dahulu. Atau dalam kata lain, IMB sebagai perpanjangan tangan dari Prabowo sebagai pemegang kendali Gerindra di Sulsel.

“Partai Gerindra memiliki budaya organisasi yang berbeda dengan partai lain, partai ini terbiasa dikelola dengan model komando dan sentralistik. Konsolidasi organisasi dari kepemimpinan IMB, akan memastikan bahwa infrastruktur partai di semua tingkatan, bergerak mengikuti aransemen dan instruksi pimpinan pusat,” jelasnya.

Untuk poin terakhir, lanjut Luhur, IMB harus mampu membangun komitmen pada target pemilu 2019. Kepemimpinan IMB, akan menjadikan momen kontestasi elektoral Pilkada 2018, sebagai sasaran antara menuju pertarungan sesungguhnya, yakni Pileg dan Pilpres 2019, dengan target utama memenangkan Prabowo di Pilpres. Buah dari soliditas internal dan solidaritas baru serta konsolidasi organisasi bisa terukur untuk kerja-kerja pemenangan di Pemilu dan Pilpres Serentak 2019. “Tipikal figur IMB, saya kira banyak kesamaan dengan politisi berlatar belakang pengusaha lainnya. Ciri khas politisi golongan ini adalah mereka termasuk kaum oportunis dan avonturir (petualang) politik. Bisa Memanfaatkan peluang sekecil mungkin untuk merebut kekuasaan, dan sangat mungkin berpindah haluan ketika terbuka peluang-peluang baru yang lebih prospektif,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

AAN – IMB Berpotensi Paket di Pilgub

Pasca bergabungnya Agus Arifin Nu`mang dan dilantiknya Idris Manggabarani sebagai Ketua Gerindra Sulsel, membuat adanya wacana baru bakal berpaketnya kedua figur tersebut di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Soal adanya wacana paket AAN-IMB, Sekretaris Gerindra Sulsel, Rusdin Tabi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui hal tersebut. Menurutnya pengurus DPD Gerinda Sulsel masih fokus untuk membantu pemenangan di Pilgub DKI Jakarta, dan baru akan menyusun jadwal konsolidasi kepengurusan. “Belum tau dek. Saat ini saya dan pak IMB masih di Jakarta sama pengurus DPP pantau Pilkada DKI, kemungkinan balik tanggal 20 baru dibicarakan perkembangan partai,” ujarnya.

Rusdin mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan IMB pasca dilantik, adalah membahas persiapan pelantikan dan mengatur struktur pengurus yang baru. “Palingan agenda prioritas nanti adalah membahas struktur pengurus dan persiapan pelantikan nanti,” tuturnya.

Kaitan dengan Pilgub dan Pilkada di daerah Sulsel, Rusdin menuturkan setelah pelantikan bakal dibahas persoalan tersebut karena semua menyangkut kader yang akan di dorong maju bertarung di berbagai daerah di Sulsel pada Pilkada 2018 mendatang. “Kalau persiapan Pilgub kami akan bahas setelah pelantikan nanti, termasuk potensi duet, hingga figur usungan Gerindra,” pungkasnya.

Sementara Agus Arifin Nu`mang yang dikonfirmasi mengatakan belum mengetahui posisi atau jabatannya di Gerindra Sulsel. Menurutnya hal tersebut akan diputuskan setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta. “Saya diminta untuk tenang-tenang saja, karena kita inikan baru masuk,” katanya.

Sebelumnya, Agus AN juga mengakui, jika dirinya sudah bertemu dengan Prabowo Subianto. Dia mengatakan, Partai lambang burung Garuda itu beda dengan Partai yang lain, karena keputusannya dari pihak DPP (Prabowo). Bahkan diakuinya, Prabowo Subianto secara langsung memberikan dukungan kepada dirinya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang. “Saya diminta juga oleh Pak Prabowo minta saya jalan terus, karena yang menentukan adalah beliau. Saya diminta untuk tenang dan fokus saja (Sosialisasi maju Pilgub),” terang Agus. (E)


div>