Kamis, 24 Agustus 2017

Kasus Pengadaan Pipa PVC Senilai Rp3,7 Miliar

Tujuh Pejabat Satker SPAM Cipta Karya Berstatus Tersangka

Kamis , 10 Agustus 2017 11:59
Penulis : Armansyah
Editor   : doelbeckz
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. foto: jpg
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. foto: jpg
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Tujuh pejabat pada Satker SPAM Provinsi Sulsel Direktorat Jenderal Cipta Karya, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulsel. Mereka disebut terlibat dalam kasus pengadaan atau pemasangan pipa PVC senilai Rp3,7 miliar.

Adapun pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain, Kepala Satker SPAM Sulsel Ir Kaharuddin MSi selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir Ferry Nasir MR dan Mukhtar Kadir ST MT selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan Andi Kemal SE, dan Andi Murniati SE sebagai Bendahara. Dua tersangka lainnya adalah Rahmad Dahlan sebagai penandatangan SPM, dan Ir Muh Aras selaku Koordinator Penyedia.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Dicky Sondani, mengungkapkan, dalam kasus ini KPA dan PPTK dengan sengaja melaksanakan pekerjaan peningkatan, pengelolaan pengembangan air minum (pengadaan dan pemasangan pipa PVC), dengan sistem penunjukan langsung terhadap perusahaan sebagai penyedia. Anggaran proyek ini bersumber dari APBN sebesar Rp3,7 miliar, yang tersebar di sepuluh kabupaten.

Selain itu, pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan sesuai dengan SPK. Rekanan yang ditunjuk juga hanyalah sebagi pelengkap administrasi untuk kelengkapan pencairan anggaran, dan ditemukan kerugian negara oleh BPK RI senilai Rp2,4 miliar.

"Kami temukan ada beberapa modus yang dilakukan. Diantaranya, melakukan penunjukan langsung tanpa lelang. Padahal, seharusnya anggaran diatas Rp 200 juta saja harusnya dilelang," ujar Dicky diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (10/8).

Menurut Dicky, belakangan proyek pengadaan dan pemasangan pipa air ini tidak dikerjakan alias fiktif. Berdasarkan temuan tersebut, penyidik Tipikor Polda Sulsel akhirnya menetapkan tujuh orang tersangka. Dimana, masing-masing merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam proyek fiktif ini.

"Kami jerat Kepala Satker SPAM, PPK dan Pejabat Pengadaan, Bendahara, serta penandatangan SPM dan koordinator penyedia," beber Dicky.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*