JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Tunggu Keputusan MA, Tim DIAmi Siapkan Langkah Strategis

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 April 2018 12:30
Tunggu Keputusan MA, Tim DIAmi Siapkan Langkah Strategis

DIAmiFoto: ist

*KPU : Jangan Terprovokasi Dengan Isu Hoax

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Jalan panjang drama Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar sepertinya belum berakhir. Meski keputusan Mahkamah Agung (MA) belum keluar namun tim pasangan Danny Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DiaMi) saat ini telah mempersiapkan sejumlah langkah-langkah strategis jika memang nantinya calon petahana ini didiskuaifikasi.

Anggota Tim Hukum DIAmi, Ahmad Rianto mengatakan, pihaknya tidak ingin memikirkan terlalu jauh hasil putusan kasasi KPU Makassar ke MA tentang gugatan atas PT TUN yang memenangkan Tim Appi-Cicu.

“Kita tidak bisa mengira-ngira mengenai keputusan MA, apakah menolak kasasi atau kemudian menerima permohonan kasasi ini, kita menunggu saja keputusan MA,” ucap Ahmad Rianto, Senin (9/4)

Ia mengatakan bahwa apapun keputusan MA, pihaknya masih percaya dengan aturan. Dimana saat ini keputusan dengan kekuatan hukum tetap masih ada, yakni keputusan Bawaslu dan PT TUN. “Apabila ada sengketa administrasi, ranahnya bukan di PT TUN tapi tetap berada di Bawaslu,” ucap Ahmad Rianto

Lanjut Ahmad, Proses hukum kasasi di MA yang saat ini terjadi bukan menjadi persoalan, berarti semangat tim DIAmi bukan berada di Proses hukum ini, akan tetapi ada pada masyarakat yang menjadi prioritas untuk dilayani. “Proses hukum ini, jika terjadi kotak kosong maka ini akan dijadikan contoh kedepan dalam pilkada selanjutnya,” lanjut

Senada dengan itu, Ketua Tim Pemenangan DIAmi, Adi Rasyid Ali mengatakan, bahwa pihaknya tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan. Saat ini pihaknya menyerahkan keputusan ke MA untuk menuntaskan persoalan ini. “Kita ini menunggu keputusan MA, kita belum memikirkan kemana-mana, orang putusan belum ada, Insya Allah, itu aja,” ucap Adi Rasyid Ali

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah kedepan apakah kasasi KPU ke MA diterima atau ditolak. “Kita sudah siapkan semua langkah-langkah yang jelas saat ini kita tunggu keputusan MA,” ucap ARA, Akronim Adi Rasyid Ali

Ia menambahkan, dengan adanya proses hukum yang terjadi saat ini merupakan hal yang positif pasalnya sejumlah masyarakat bahkan komunitas yang tadinya mendukung paslon lain sekarang malah bergabung karena adanya fitnah yang berlebihan.

“Justru dengan adanya putusan PT TUN membuat masyarakat mendukung Pak Danny, karena masyarakat sampai tingkat bawah tahu dan mereka pertanyakan itu? Kenapa Pak Danny di zalimi,” kata ARA.

 

Melihat demikian, Pengamat hukum Universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar mengatakan, jika nantinya kasasi KPU ditolak maka pasangan DiaMi bisa juga melakukan gugatan ke Mahkaman Konstitusi (MK). “Saya kira bisa, kan penetapan pasangan calon sudah dilakukan. Namun pada saat pembatalan kembali saya kira itu bisa dilakukan gugatan,” katanya saat dikofirmasi. Senin (9/4).

Prof Aminuddin Ilmar juga menyebutkan belum adanya putusan yang keluar,maka hakim MA harus menelaa baik-baik putusan PT TUN yang dianggap keliru oleh dirinya. Karena menurutnya pelanggaran yang diajukan oleh tim Hukum pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) tidak bisa masuk ke PT TUN.

“Kan harus menelaah putusan PT TUN. Karena saya lihat PT TUN tidak bisa membedakan sengketa dengan pelanggaran. Kalau sengketa wilayah PT TUN. Nah kalau Pelanggaran tidak ada kewenangannya, sehingga hakim Agung harus cermat,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Komisioner Bidang Data KPU Makassar, Rahma Sayyed mengatakan, pihak KPU masih menunggu putusan MA sehingga menanti keputusan pasti akan mengambil langkah setelah ada putusan resmi. “Menunggu putusan resmi, baru kita ambil langkah berikutnya,” ujarnya Senin (9/4/2018).

Lanjut Rahma, pihak KPU meminta kepada seluruh lapisan untuk ikut mendoakan perjuangan KPU di Mahkamah Agung. Adapun hasilnya nanti, kami akan tetap menanggung dengan segala konsekuensi, kata Rahma. “Karena kita menghargai proses hukum, maka upaya hukum Kasasi kita tempuh dan berjuang sampai ada putusan yang mengikat,” kata Rahma.

KPU Makassar, lanjut dia. Meminta kepada semua pihak untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya terkait proses Kasasi KPU Makassar di Mahkamah Agung RI.

“Kami meminta kepada seluruh pihak untuk tidak terprovokasi akan issu yang tidak diketahui sumbernya. Terkait Kasasi yang kami lakukan sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan itu sudah sampai ke meja MA,” terang Rahma Sayyed.

Mengenai dugaan ketidaknetralan KPU yang menjadi pemicu kekhawatiran para pendukung DIAmi, Rahma juga menegaskan bahwa upaya Kasasi KPU itu adalah bentuk proses hukum yang sah dan sudah menjadi tanggung jawab KPU dalam menjaga marwah KPU itu sendiri.

Rahma juga meyakinkan bahwa MA pasti bertindak netral dalam memutuskan kasasi tersebut dan tidak mencederai demokrasi. “Jadi kami tegaskan, KPU tidak memihak kepada salah satu paslon atau mendukung salah satu paslon. Justru usaha Kasasi untuk menjaga marwah KPU dalam mempertahankan apa yang telah kami putuskan berdasarkan peraturan dan perundang – undangan yang berlaku,” kata Rahma. (*)


div>