SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Tunggu Lamaran

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 23 Maret 2017 09:55
Tunggu Lamaran

Ilustasi. Dok.RakyatSulsel.

MAKASSAR, RakyatSulsel.com– Demokrat dan NasDem menjadi salah satu partai yang bisa menentukan arah koalisi di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Salah satu indikatornya, jumlah kursi kedua partai tersebut di Parlemen cukup signifikan untuk memberikan daya tawar politik terhadap parpol lainnya untuk membangun koalisi. Demokrat dengan 11 Kursi dinilai memiliki bargaining position cukup strategis dalam lobi politik mempertahankan kadernya untuk diusung sebagai salah satu kontestan. Begitupun dengan NasDem yang punya 7 kursi. Selain itu kinerja politik kedua partai tersebut dalam pelaksanaan Pilkada serentak cukup memuaskan, sehingga menjadi pertimbangan untuk total di Pilgub, ditambah Popularitas masing-masing Ketua partai juga cukup bersaing.

Menanggapi hal itu, Supervisor Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arif Saleh mengatakan, meski tahapan pilgub masih tergolong lama, namun arah koalisi atau dukungan parpol mulai mengerucut ke beberapa nama.

“Seperti, ke Ichsan Yasin Limpo, Nurdin Halid, Agus Arifin Nu’mang, Nurdin Abdullah, maupun Rusdi Masse. Dukungan dan koalisi parpol itu tidak akan jauh lagi dari nama-nama ini,” ungkap Arif, Rabu (22/3).

Menurut Arif, Partai Golkar yang memungkinkan mendorong satu pasangan tanpa harus berkoalisi lagi, hampir pasti berada digenggaman Nurdin Halid, andai mantan Ketua Umum PSSI itu tidak mengurungkan niatnya maju bertarung.

Sementara Ichsan, selain PAN yang sudah memberikan dukungan secara lisan, Ichsan juga berpotensi mendapat dukungan dari beberapa partai lainnya. Seperti, PDIP, Hanura, serta PPP.  “Selain berpotensi didukung oleh PDIP, Hanura dan PPP, Ichsan juga memungkinkan didukung oleh Partai Nasdem, terutama jika nantinya ia menggandeng kader partai ini, seperti RMS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arif menuturkan, Agus berpeluang membangun koalisi tersendiri, sepanjang bisa meyakinkan Gerindra dan PKB, serta partai lainnya yang memiliki kursi di DPRD. Khusus NA, kata Arif, ia harus kerja keras dalam meyakinkan parpol yang tersisa. Misalnya Demokrat, PKS, PKPI. Itupun juga masih harus berebut parpol oleh bakal rivalnya.

Untuk RMS, Arif menilai jika peluang maju ke posisi 01 masih tetap terbuka, meski tipis. Alasannya, dengan modal 7 kursi Nasdem di DPRD Sulsel, masih membutuhkan sekitar 10 tambahan kursi lagi dari partai lain. Sehingga realistisnya maju di 02.

[NEXT-RASUL]

“Kalau dinamika ini terjadi kedepannya, Demokrat dan Nasdem bisa saja menjadi penentu. Apalagi jika sampai Demokrat memilih mendukung kandidat diluar NA misalnya, tentu posisi NA sangat rawan,” terang Arif.

Kendati demikian, Arif menilai jika dinamika dan komunikasi kandidat ke masing-masing parpol masih cair. Sehingga, belum bisa disimpulkan siapa saja kandidat yang tergolong aman atau tidak dalam memenuhi syarat usungan di KPU.

“Ditambah lagi penentuan koalisi parpol untuk ukuran pilgub, seperti Sulsel kadang diintervensi atau ditentukan langsung di level elit DPP,” tuturnya.

Ditambahkan, Konsultan Politik JSI, Nursandy mengatakan, kemenangan figur mendapat pengaruh besar dari pertimbangan geopolitik. “Pertimbangan geopolitik punya pengaruh cukup besar dalam menentukan arah koalisi karena faktor tersebut ikut berpengaruh dalam kemenangan figur yang diusung,” ungkapnya.

Lanjutnya, berbicara masalah skenario koalisi, Parpol tentu telah memiliki strategi untuk dapat memenangkan kandidat yang diusung. “Saya kira dalam menghadapi pilgub dan pilkada serentak parpol sudah memikirkan dan menyiapkan strategi khusus,” terang Nursandy.

Ia menjelaskan, kemungkinan koalisi permanen di Pilgub dan Pilkada akan sulit dibangun. Pasalnya, semua itu tergantung figur yang diusung oleh parpol.

[NEXT-RASUL]

“Termasuk pembicaraan soal koalisi permanen di pilgub dan pilkada. namun saya melihatnya agak sulit diwujudkan secara menyeluruh di semua daerah, mengingat figur usungan di daerah belum tentu sejalan dengan figur yang diusung di Pilgub. Dan saya rasa hanya memungkin terjadi koalisi permanen disebagian daerah saja,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif menuturkan partainya tengah menjajaki komunikasi dengan beberapa parpol agar bisa memenuhi syarat mengusung di pilgub. “Tentu, jika kita dorong kader internal di Pilgub harus koalisi untuk memenuhi syarat usungan. Yang kita sudah lakukan komunikasi adalah PKS dan Gerindra,” ungkapnya.

Seperti diketahui, NasDem membulatkan tekad mengusung kader internal di Pilgub Sulsel yaitu Ketua DPW Rusdi Masse. Sejauh ini pihaknya terus meminta arahan ke Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh terkait arah politik NasDem di Pilgub Sulsel nanti, di sela-sela acara Konsolidasi Fraksi Partai Nasdem se-Indonesia di Surabaya, Selasa (21/3). “Saya sudah sampaikan kepada Pak Surya Paloh mengenai situasi dan kondisi politik terkini di Sulsel dalam menyambut Pilgub Sulsel. Saya juga laporkan desakan kader terhadap Pak RMS sebagai Ketua DPW NasDem Sulsel untuk ikut bertarung di Pilgub Sulsel semakin tak terbendung,” kata Syahar.

Ketika ditanya terkait perkembangan komunikasi politik jelang pilgub, khususnya terhadap figur kandidat yang masuk dalam survei internal NasDem. Wakil ketua komisi E DPRD Sulsel itu enggan menyebutkan tokoh yang akan di dorong NasDem di Pilgub. “Sekarang ini fokus kita dorong ketua DPW pak RMS. Tapi kalau figur yang sudah lakukan komunikasi hampir semua kandidat seperti IYL, AAN, NA Rivai dan NH,” pungkasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Demokrat Sulsel Syamsu Rizal mengungkapkan Demokrat masih fokus untuk persiapan pelantikan pengurus. Menurutnya setelah pelantikan akan dilakukan pelbagai persiapan komunikasi politik juga dibuka pendaftaran Pilgub 2018 nanti. “Masih persiapan untuk pelantikan, setelah itu kita akan fokus politik dan persiapan Pilkada Sulsel,” ungkapnya.

Ketika ditanya perihal figur yang dilirik Partai Demokrat, Wakil Wali kota Makassar ini menuturkan semua figur tetap berpeluang, namun keputusan terakhir di tangan DPP sebagai pemberi mandat atau rekomendasi. “Tetap sama ji, figur eksternal atau internal semua berpeluang diusung Demokrat. Hanya saja keputusan dan rekomendasi terakhir di DPP,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Deng Ical juga menyebutkan. Sejauh ini Demokrat belum melakukan komunikasi politik dengan parpol lain sehingga belum dipastikan Dengan parpol mana saja akan dilakukan koalisi. “Belum ada itu,” pungkasnya.

Sebelumnya santer disebutkan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah mendapat dukungan dari kader internal untuk maju bertarung sebagai Gubernur Sulsel 2018 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali mendukung full pencalonan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah pada hajatan lima tahunan ini. “Tentu, sebagai kader mendukung Ketua Demokrat pak Ulla Maju di pilgub,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu.

ARA sapaan Adi Rasyid Ali pun mengajak seluruh pengurus Demokrat Makassar untuk mensosialisasikan Ulla  sebagai bakal calon gubernur. Dia juga mengaku senang dengan keinginan kader Demokrar Sulsel maju bertarung pada Pilgub Sulsel. “Kami juga mengajak para ketua-ketua DPC Kabupaten/kota untuk bersatu mendukung niat baik pak ketua,” pungkas ARA.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel, Waris Halid mengatkan Partai Hanura adalah partai terbuka. Oleh karena itu, kata dia, Partai Hanura Sulsel akan terbuka kepada siapa pun bakal calon gubernur yang akan mendaftar. “Tidak ada calon Gubernur yang akan kita kebiri haknya untuk mendaftar di Hanura Sulsel, karena pada prinsipnya apa pun keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura maka DPD Hanura Sulsel wajib dan taat pada keputusan tersebut. Termasuk diantaranya mengenai soal usungan di Pilgub,” jelasnya

Adapun mengenai nama-nama bakal calon yang sudah melakukan komunikasi politik dengan DPD Hanura Sulsel, Waris mengaku telah ada beberapa nama seperti Abdul Rivai Ras, Agus Arifin Nu’mang, dan Nurdin Halid. Meski demikian, kata dia, untuk diakomodir dalam penjaringan tidak hanya mengutamakan tiga bakal calon tersebut. “Tiga nama ini yang sudah melakukan komunikasi dengan kami di DPD Hanura Sulsel, tapi meski begitu kami tetap akan terbuka kepada semua calon untuk mendaftar, ketika kami dari Desk Pilkada Hanura Sulsel telah membuka pendaftaran,” pungkasnya. (E)


div>