SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Tutup Tahun, Danny Gelar Zikir di Rujab

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 31 Desember 2016 20:08
Tutup Tahun, Danny Gelar Zikir di Rujab

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan wakilnya Syamsu Rizal, mengakhiri tahun 2016 dengan menggelar zikir dan doa bersama di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu, 31 Desember 2016.

Zikir diikuti jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) kota Makassar, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), camat, dan organisasi Islam di kota Makassar.

“Pemerintah mengharapkan keberkahan dari Allah SWT. Semoga dengan berkumpulnya kita memanjatkan doa, zikir, dan shalawat bersama dapat meningkatkan ketaqwaan dan ukhuwah islamiah yang selama ini telah terbangun,” ujar Wali Kota Danny.

Lantunan zikir yang dilafazkan oleh jamaah yang dipimpin oleh Sekertaris MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Makassar KH Masykur Musa menyentuh hati yang mendengarnya.

Seketika suasana haru merayapi Baruga Anging Mammiri kala dari pelantang suara terdengar suara KH Masykur Musa menahan tangis.

Ada tiga hal di dunia ini yang tidak dapat kembali menurut Wali Kota Danny yaitu panah yang terlepas dari busurnya, kata – kata yang telah diucapkan, dan waktu yang telah berlalu.

“Berzikir, dan merenung, menjadikan momen pergantian tahun sebagai cermin untuk menata diri. Semoga kita tidak tergolong orang yang merugi,” harap Danny.
[NEXT-RASUL]
Sekertaris MUI Kota Makassar KH Masykur Musa dalam doa yang dipanjatkan bersama jamaah zikir memohon kepada Allah SWT agar Makassar selalu mendapatkan limpahan rahmat dan karunia serta terhindar dari musibah dan bencana.

Usai zikir, shalawat dan doa bersama, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN (Universitas Islam Negeri) Makassar Prof Dr Darussalam Syamsuddin menyampaikan tausiah.

Dalam tausiahnya, Prof Dr Darussalam Syamsuddin mengingatkan jamaah zikir untuk melakukan evaluasi diri agar tidak tergolong orang – orang yang merugi.

“Evaluasi diri dilakukan dengan mengevaluasi ibadah kita, perolehan rezeki apakah diperoleh dengan cara – cara yang halal atau haram, dan hubungan sosial kemasyarakatan kita,” sebut Prof Dr Darussalam.


div>