SENIN , 18 DESEMBER 2017

Uji Coba Badan KA Tepat di Hari Pahlawan

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

asharabdullah

Selasa , 07 November 2017 12:05
Uji Coba Badan KA Tepat di Hari Pahlawan

Jalur Rel Kereta Api Trans Sulawesi. FOTO: ASEP/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKSYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berencana akan melakukan uji coba badan Kereta Api (KA) trans Sulawesi tepat di hari Pahlawan Republik Indonesia, yakni 10 November nanti.

Pada hari itu, Syahrul nantinya mengajak seluruh stage holder, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat untuk bersama merasakan naik KA.

“Gerbongnya kan sudah ada, nanti kita coba di hari pahlawan, kita ajak semua termasuk masyarakat, bagaimana rasanya naik kereta jangan hanya dinyanyikan saja,” ungkap Syahrul.

Selain itu, kata Syahrul pada uji coba badan KA nanti desain bagian dalam KA akan dibuat seperti bisnis class. “Harus bagus, supaya di dalam kita bisa meeting dan lain-lain,” ungkapnya.

Sebuah badan KA yang didatangkan langsung dari Aceh itu, telah tiba di Pelabuhan Garongkong, Barru, beberapa waktu lalu, namun tidak dipungkiri badan KA itu memang terbilang bekas, sehingga masih diperlukan pemolesan baik eksternal maupun internal badan KA.

Kedepan, untuk menandai kelanjutan prospek pengerjaan proyek multi years itu, Syahrul melirik investor dari Negara Korea Selatan (Korsel).

“Dari berbagai hal yang saya lihat, Korea (Korsel) cukup ‘green’ (ramah lingkungan), mempunyai reputasi dan tidak merepotkan siapa-siapa,” imbuhnya.

Syahrul mengakui sejumlah negara telah tertarik ingin menanamkan investasinya untuk proyek besar ini, namun pihaknya lebih memilih investor dari Korsel.

“Kalau saya ditanya saya ingin Korea, tapi tentu saja yang memutuskan adalah pemerintah pusat,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, tender proyek Kereta Api Trans Sulawesi Makassar-Parepare akan ditawarkan ke swasta nasional dan swasta asing mulai Februari 2018.

“Kita masukkan saja Investor, ini bukan menjual diri tapi kita harus support dan mengubah mindset bahwa proyek KA itu bukan hanya mengandalkan APBN,” ungkap
Budi saat menjadi narasumber pada dialog sinergi membangun bangsa, dengan tema ‘Sulsel Gerbang Konektivitas Indonesia di Ggedung Amiruddin Unhas Makassar, Jumat (27/10) lalu.

Budi mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan dokumen untuk penawaran tender tersebut.

Selain itu, saat ini tengah dilakukan penyelesaian untuk 47 Kilometer (Km) pertama yang ditargetkan akan rampung akhir tahun ini.

Sementara, sekira 100 Km sisanya akan ditawarkan kepada swasta nasional dan asing melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menganggarkan Rp4 triliun untuk penyelesaian 47 Km tersebut yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kemudian, kebutuhan dana sekira Rp4 triliun-Rp5 triliun akan didapatkan dari KPBU tersebut.

“Pemerintah menyediakan Rp2 triliun, yaitu Rp1,4 triliun tahun ini dan Rp600 miliar tahun depan,” katanya.

Pihaknya juga akan menyuntikan dana subsidi berupa Public Service Obligation (PSO) atau Kewajiban Pelayanan Publik untuk belanja modal untuk menstimulus investor agar mau menamakan modalnya.

“Kita harapkan proyek ini memberikan ‘income’ (pemasukan), nanti kita bantu dengan PSO untuk menambah belanja modal,” katanya. (*)


div>