SABTU , 23 JUNI 2018

Uji Publik Penambahan Dapil di Enrekang Berlangsung Alot

Reporter:

Aziz Taba

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Februari 2018 16:55
Uji Publik Penambahan Dapil di Enrekang Berlangsung Alot

Suasana uji publik penataan dapil dan alokasi kursi Anggota DPRD untuk pemilu 2019, di Kotu, Kecamatan Anggeraja Enrekang, Rabu (7/2/2018). Foto: Aziz/RakyatSulsel

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Enrekang telah merekomendasikan enam opsi daerah pemilihan (Dapil) ke publik. Hal tersebut terlihat saat dilakukan uji publik penataan dapil dan alokasi kursi Anggota DPRD untuk pemilu 2019, di Kotu, Kecamatan Anggeraja Enrekang, Rabu (7/2/2018).

Pada rapat tersebut, terjadi perbedaan sudut pandang masing masing partai politik. PKS misalnya, yang mengingin setiap kecamatan ditetapkan sebagai dapil tersendiri, agar semua kecamatan memiliki perwakilan di legislatif.

“Agar semua kecamatan bisa terwakili.” ujar Andi Aswan yang juga anggota DPRD Enrekang ini.

Namun, keinginan Andi Aswan mendapat sanggahan dari Komisioner KPU Divisi Hukum, Jumadir. Dia menyatakan bahwa justru ide tersebut tidak adil bagi kecamatan-kecamatan tertentu yang memiliki jumlah penduduk yang sedikit.

“Kalau mengacu pada aturan perundang-undangan bahwa setiap dapil harus minimal tiga kursi dan maksimal 12 kursi, maka hanya kecamatan Enrekang Kota, Maiwa, Anggeraja, Baraka dan Alla memungkinkan kalau yang lainnya tidak,” tutur Jumadir.

Saat ini, dapil di Enrekang terbagi tiga, yakni dapil Enrekang I meliputi Kecamatan Bungin, Maiwa, Cendana dan Kota Enrekang. Dapil Enrekang II menghimpun empat kecamatan yakni Anggeraja, Baraka, Malua dan Buntubatu. Sementara dapil III ada di Kecamatan Alla, Baroko, Masalle dan Curio.

Sementara jumlah penduduk Kabupaten berjuluk Bumi Massenrempulu ini mencapai 239.707 jiwa. Terdiri dari 122.869 jiwa berjenis kelamin lakilaki dan 116.838 jiwa perempuan. (*)


div>