SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Uji Publik Penambahan Dapil di Luwu Timur Berjalan Alot

Reporter:

Ibrahim

Editor:

Lukman

Rabu , 07 Februari 2018 18:45
Uji Publik Penambahan Dapil di Luwu Timur Berjalan Alot

DPRD Lutim saat menggelar Uji Publik Rencana Penambahan Daerah Pemilihan (Dapil) yang di lakukan KPU Luwu Timur di Hotel Ilagaligo Malili.

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Uji Publik Rencana Penambahan Daerah Pemilihan (Dapil) yang di lakukan KPU Luwu Timur di Hotel Ilagaligo Malili berjalan Alot. Sejumlah Partai beda pendapat, ada yang mau dan ada juga yang menolak dilakukan penambahan Dapil.

Anggota DPRD Lutim, Usman Sadik yang juga Ketua DPD PAN Luwu Timur memilih untuk tetap empat Dapil saja. Alasannya karena jika dilakukan penambahan Dapil otomatis anggaranya akan bertambah.

Legislatos asal PKS, Kyai Suwardi, justru sepakat penambahan menjadi Lima Dapil, dengan alasan mengantisipasi terjadinya pemekaran wilayah dan pertambahan penduduk.

Sementara Saharuddin dari Fraksi NasDem belum menjatuhkan keputusan karena akan dibicarakan secara internal di NasDem. Selanjutnya opsi NasDem akan disampaikan melalui surat ke KPU.

Baso Akbar dari Fraksi Golkar juga mengatakan secara organisasi belum ada keputusan, memilih opsi Empat Dapil atau Lima Dapil karena harus dibicarakan di internal Golkar.

Lalu PPP dan PBB sepakat memilih opsi lama karena yakni Empat Dapil dengan pertimbangan ruang untuk melakukan penambahan Dapil belum memenuhi syarat karena jumlah penduduk belum memenuhi syarat.

Ketua KPU Lutim, Muhammad Nur, yang dikonfirmasi menerangkan, hasil saran dan pendapat dari Parpol dan Ormas yang hadir dalam Uji Publik ini akan dirangkum dan diteruskan ke KPU Pusat. Selanjutnya KPU lah nantinya yang memutuskan dengan memperhatikan saran dan masukan yang di sampaikan oleh Parpol dan Ormas.

“Ini kita menampung semua saran dan masukan selanjutnya ini kita kirim ke KPU Pusat. Kecendrungan dalam Uji Publik ini memilih opsi pertama yakni Empat Dapil saja,” tutup Muhammad Nur. (*)


div>