SELASA , 11 DESEMBER 2018

Ujian Tahap Akhir Calon Komisioner Selayar dan Takalar

Reporter:

Fahrullah - Irsal

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 14 Juli 2018 09:15
Ujian Tahap Akhir Calon Komisioner Selayar dan Takalar

Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tahap akhir ujian kepatutan dan kelayakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, akan menguji calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Takalar dan Kepulauan Selayar di Grand Claro Hotel and Convention (eks Clarion) Sabtu (14/7) hari ini.

Pelaksanaan ujian tersebut akan diikuti oleh 12 orang dari kabupaten yakni, calon komisioner untuk KPU Takalar yakni Alimuddin (Anggota KPU Takalar), Bakhrawi zakaria (PNS), Basrinuddin (Guru), Muh Darwis (anggota KPU Takalar), Muh Hasbi (PNS), Muh Nur Arfah (anggota KPU Takalar).

Sementara calon Komisioner KPU Selayar, Ahmad Dzulfikar (Wiraswasta), Andi Dewantara (PNS), Andi Nastuti ST (Anggota KPU Selayar), Mansur Sihadji (Dosen Pengajar), Nandar Jamaluddin (PNS guru), serta Sukardi (PNS).

Setelah dilaksanakan ujian kepatutan dan kelayakan, nantinya hanya akan ditetapkan 3 komisioner untuk periode 2018 – 2023 dan selebihnya menjadi cadangan jika ada diantara mereka mengundurkan diri atau meninggal dunia.

Dalam pelaksanaan ujian tersebut, Faisal Amir, Asram Jaya, dan Fatmawati untuk Kepulauan Selayar sebagai penguji. Sementara Upi Hastati, Syarifuddin Jurdi, dan Uslimin kabupaten Takalar.

Asram Jaya mengatakan, dalam proses ujian nanti pihaknya tinggal membacakan materi pertanyaan yang lebih dahulu disiapkan oleh KPU RI. Pihaknya nanti, akan memberikan nilai dari jawaban para peserta dari skala 0 – 100.

“Ada format penilaian. Independensi, integritas, pengetahuan kepemiluan, pengetahuan kebangsaan, seputaran itu yang akan ditanyakan. Sama aduan masyarakat yang diklarifikasi, kalau ada,” kata Asram Jaya, Jumat (13/7) kemarin.

Sementara yang menentukan siapa yang dinyatakan lolos menurut Asram akan ditentukan oleh KPU RI dengan melihat proses seleksi melalui visual dari rekaman video yang diambil selama tes.

Dalam tes nanti, sambung Asram, pihaknya sebisa mungkin menghindari pertanyaan yang sifatnya personal ke calon komisioner. Namun, dalam hal tertentu, itu bisa saja tetap dilaksanakan.

“Kita hindari yang sifatnya pribadi, kecuali ada respon dari masyarakat, soal kekerasan rumah tangga, pelecehan, jadi harus diklarifikasi. Itu tetap jadi pertimbangan, soal etikanya kan,” pungkasnya. (*)


div>