KAMIS , 18 OKTOBER 2018

UKM Bakal Masuk Bursa

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 18 April 2016 19:15
UKM Bakal Masuk Bursa

Ilustrasi

RakyatSulsel.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, pasar modal adalah salah satu penggerak ekonomi. Karena itu, OJK berupaya memperdalam pasar modal Indonesia.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pasar Modal Nurhaida menyatakan, ada empat upaya yang dilakukan. Yakni, peningkatan penawaran dan permintaan serta penguatan infrastruktur dan pengaturan.

Supply, lanjut Nurhaida, perlu ditingkatkan karena pasar modal Indonesia masih berkutat di saham, obligasi, dan reksa dana. Ke depan, instrumen baru diinduksi, termasuk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Selain itu, basis emiten dan pasar modal syariah dikembangkan.

OJK juga mendorong swasta, BUMN, dan BUMD melakukan penawaran umum di bursa efek. Salah satu sektor yang didorong untuk melantai di bursa adalah kelautan dan perikanan.

OJK juga masih menyiapkan aturan untuk penawaran saham umum perdana bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

[NEXT-RASUL]

Saat ini terdapat 525 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jumlah tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 940 emiten, Singapura 771 emiten, dan Thailand 624 emiten. Indonesia hanya unggul atas Filipina yang memiliki 263 emiten.

“Saat ini OJK tengah memproses 32 calon emiten. Baik yang akan melakukan IPO, rights issue, maupun penerbitan obligasi,” kata Nurhaida.

Sebelum UKM masuk bursa, OJK sedang menyiapkan inkubator untuk mengedukasi tata cara penghitungan keuangan, suntikan modal, atau merger antara sesama UKM agar menjadi besar.

Inkubator juga menjadi tempat pertemuan antara UKM dan modal ventura untuk memperkuat modal UKM. “UKM dari sektor e-commerce memiliki potensi yang cukup besar untuk IPO,” tutur dia.

Sisi permintaan juga penting untuk meningkatkan likuiditas pasar modal. Dengan cara itu, penawaran perdana dapat disambut baik oleh investor. Demikian pula pergerakan harga saham dari hari ke hari.

[NEXT-RASUL]

“Jumlah investor juga perlu ditingkatkan, baik dari individu maupun institusi,” jelasnya.

Dari sisi infrastruktur, OJK juga telah mempunyai program pengembangan penggunaan single investor identification (SID) investor reksa dana, electronic trading platform (ETP) untuk pasar obligasi, serta sistem pengelolaan investasi terpadu ( S-Invest).

Semua dilakukan untuk memastikan keamanan kepentingan investor di pasar modal. “Selain membangun trust, lebih aman, efisien, dan memudahkan pengawasan,” ujar Nurhaida.

Dari sisi penguatan governance, sejumlah hal telah dilakukan OJK, termasuk segmentasi perizinan wakil perusahaan efek. Selain itu, kapasitas dan kredibilitas perusahaan efek diperkuat serta kualitas penerapan good corporate governance di industri pasar modal ditingkatkan. (dee/c14/noe)


Tag
div>