• Senin, 21 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Ular Da’do Paling Banyak Sembunyi di Golkar Makassar

Rabu , 01 Agustus 2012 11:39
Total Pembaca : 140 Views

Baca juga

Supomo: Saya Pusing, Jangan Tanya Partai Golkar

Farouk: Jangan Coba-coba Membangkan, Ikuti Instruksi

 

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR-Kader berkepala dua alias ular da’do, kini betul-betul terancam. Mereka bakal diberi sanksi tegas jika tidak segera meluruskan “satu kepalanya” atau berbalik arah.

Saat ini, disinyalir, banyak kader Golkar justru mendukung kandidat lain di Pilgub Sulsel. Bahkan, kader yang dicap berdiri di dua kaki ini,  terpolarisasi di tingkat pengurus kabupaten/ kota. Namun, Partai Golkar Makassar, disebut-sebut paling banyak punya ular da’do.Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Moh Roem, menyebutkan, kisah musuh dalam selimut yang dialami Partai Golkar saat ini, terus akan berlanjut. Dan itu, kata dia, akan mengancam kesolidan kader Partai Golkar dalam mendukung bakal calon gubernur yang juga merupakan Ketua DPD I Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo.

“Ini karena masih banyak kader yang belum tulus menerima instruksi partai. Apalagi, mereka merupakan kader Golkar yang telah menikmati fasilitas partai dan menjadi anggota legislatif. Ini banyak yang ditemui di tingkat DPD II,” beber Roem kepada wartawan, kemarin (31/7).

Fenomena ini, di mata Roem, terlihat dari beberapa kader Golkar yang juga merupakan legislator Sulsel di lingkup pengurus DPD II Partai Golkar Makassar. Khususnya, mereka politisi yang duduk di parlemen. Mereka ini telah menikmati fasilitas partai yang diberikan kepadanya, tapi masih belum bergerak cepat dalam mendukung pasangan Sayang II.

“Semestinya, Ketua DPD II Golkar kabupaten/ kota menyaring saja semua kadernya yang duduk di parlemen. Terlebih lagi, yang tidak memiliki kostrtibusi terhadap usungan pasangan yang akan maju di pilgub,” tegasnya.

Roem menyalahkan kader Golkar yang tidak punya niat untuk berjuang memenangkan kader sendiri yang maju pada Pilgub Sulsel, mendatang. “Kalau ini terus terjadi pembiaran, akan mengakibatkan kerapuhan dalam tubuh internal Golkar. Jadi, saran saya,  bagi seluruh Ketua DPD II Partai Golkar agar secepatnya menyaring kadernya yang terlihat dan melakukan upaya pembangkangan terhadap instruksi partai politik,” tegasnya.

Ketua DPD II Partai Golkar Supomo Guntur yang juga menjabat wakil wali kota Makassar menyatakan, saat ini, dirinya belum bisa berkomentar terkait adanya kader yang seakan-akan melakukan pembangkangan terhadap instruksi partai. “Saya ini lagi pusing. Jangan ganggu saya. Silakan cari sumber lain kalau masalah Partai Golkar,” elaknya, saat ditemui di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Makassar, Jl Hertasning.

Sementara itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Makassar, Farouk M Betta, menegaskan, siapa pun itu orangnya, yang jelas dia itu kader Golkar, tidak ada alasan untuk melakukan pembangkangan. Kalaupun ke depannya ada kader yang ketahuan dengan bukti akurat melakukan perlawanan instruksi partai, maka dia akan diproses sesuai dengan mekanisme partai yang ada.

“Saya instruksikan kepada seluruh kader Golkar Makassar untuk tidak coba-coba melakukan pembangkangan. Kalau itu dilakukan, resikonya pemberian sanksi. Jadi, kalau tidak mau dapat sanksi,  jangan coba melawan instruksi partai,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Makassar ini, juga mengimbau kepada seluruh kader Golkar, baik dia politisi maupun simpatisan dan ketua ranting, untuk melakukan kesiapan memenangkan Sayang yang sudah ditetapkan Golkar sebagai bakal calon gubernur Sulsel periode mendatang. Sehingga, target menang bisa digenggam. (RS6/E)