RABU , 12 DESEMBER 2018

UMI Peringati Nudzulul Qur’an dan Bukber 1000 Anak Yatim

Reporter:

Anti

Editor:

Lukman

Senin , 04 Juni 2018 22:46
UMI Peringati Nudzulul Qur’an dan Bukber 1000 Anak Yatim

Mahfud MD saat membawakan ceramah pada buka puasa bersama UMI Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dalam satu rangkaian acara Milad Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ke-64, segenap sivitas akademika UMI Makassar menggelar buka puasa bersama 1000 anak yatim yang merupakan anak yatim binaan UMI dan sekaligus memperingati nudzulul qur’an di Auditorium UMI, Senin (4/6).

Sekiranya pukul 16.40 Wita, ceramah dibawakan oleh Prof. Dr. H. Moh. Mahfud MD hingga menjelang waktu berbuka puasa. Banyak hal yang disampaikam oleh Mahfud MD terkait mencintai Qur’an hingga mencintai tanah air Indonesia.

Dalam ceramahnya, dia mengimbau agar lebih mencintai bangsa dan negara Indonesia. “Jaga bangsa ini baik-baik. Habbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah bagian dari iman,” kata Mahfud MD.

Ia pun membawakan materi ceramah mengenai implikasi sosial dan kaitannya dengan salat. “Salat itu harus mempunyai implikasi sosial, tidak ada gunanya ibadah magdah jika tidak ada implikasi sosialnya,” tekannya.

UMI yang merupakan universitas muslim tidak dipungkiri sangat kental dengan basis perkuliahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dalam Islam. Dan Mahfud MD dipercaya untuk membawakan ceramah agama dalam memperingati Nudzulul Qur’an.

“Beliau (Mahfud MD), kita melihat kapasitasnya sebagai tokoh agama. Juga materi yang sering ia bawakan tidak monoton, selalu ada hal yang baru untuk disampaikan,” kata Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar, MA.

Terkait tentang pelaksanaan, diakui oleh Prof Masrurah bahwa kegiatan ini bisa berlangsung dengan sangat meriah karena merupakan adanya kerjasama yang baik antara petinggi UMI dan setiap fakultas yang ada di UMI.

“Ini merupakan tradisi yang kita laksanakan setiap tahun. Kita melibatkan anak yatim karena itu merupakan hal yang penting untuk menyatuninya dan bulan ramadan inilah momentum yang paling tepat. Kita juga melibatkan semua fakultas,” jelasnya. (*)


div>