RABU , 18 JULI 2018

UNBK SMA Masih Terkendala Teknis

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 April 2018 12:00
UNBK SMA Masih Terkendala Teknis

Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo saat melakukan video conference dengan sejumlah sekolah yang melakukan UNBK. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/MA di Sulsel berjalan lancar, Senin (9/4). Meski demikian, masih saja terjadi kendala teknis di lokasi ujian.

Kendala-kendala yang dihadapi seperti listrik padam dan jaringan hilang terjadi di beberapa sekolah di daerah. Meski begitu, hal ini tidak menjadi masalah prinsipil bagi Dinas Pendidikan Sulsel. Terbukti, pihaknya berhasil mengatasi hal tersebut beberapa menit kemudian.

“Itu diatasi, jaringan listrik di beberapa sekolah seperti di SMA Negeri 17 Makassar sudah tertangani. Salah satu SMA di Enrekang juga sempat tertunda pelaksanaan sesi pertama akibat jaringan, hingga baru dimulai pada pukul 11.30 wita,” terang Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, Senin (9/4).

Diakui, masalah lain seperti yang terjadi di SMAN 8 Pinrang, jaringan sempat terputus tetapi berhasil diatasi beberapa detik kemudian. Pelaksanaan ujian di SMAN 6 Toraja Utara juga dilaporkan melaksanakan ujian menggunakan genset karena sambungan listrik PLN terputus.

Irman juga sempat mengunjungi SMA Negeri 1 Makassar bersama dengan Anggota DPRD Sulsel dan jajaran pejabat Disdik Sulsel lainnya. Usai mengunjungi beberapa sekolah di Makassar secara langsung, None sapaan akrab Irman, selanjutnya berkomunikasi dengan beberapa kepala sekolah dari 24 kabupaten/kota se Sulsel melalui video conference.

Dirinya mewawancarai beberapa sekolah menggunakan fasilitas video conference aplikasi e-Panrita sekitar 30 menit. Sebelumnya, Kepala UPT Telkom Asqar juga sempat melakukan video conference dengan beberapa kepala sekolah yang siap.

“Terima kasih bapak-ibu atas kerja kerasnya di hari pertama sehingga pelaksanaannya lancar. Mari kita berdoa semoga hari kedua dan selanjutnya juga lancar-lancar. Jaga stamina dan sampaikan salam saya buat semuanya,” tutup None, saat melakukan video conference dengan beberapa sekolah.

Dinas Pendidikan Sulsel menggunakan tiga cara dalam pemantauan dan kontrol terhadap pelaksanaan ujian. Pertama pemantauan langsung ke sekolah, kedua pemantauan melalui sambungan CCTV ke kantor disdik (ePanrita Centre), dan ketiga video conference yang juga di ruang e-Panrita Centre.

Sementara itu, dari laporan sementara yang diterima Disdik, beberapa siswa yang tidak hadir ujian disebabkan beragam alasan. Seperti sakit, DO, mengundurkan diri, alasan menikah, hingga persoalan hukum. Solusi dari siswa yang tidak hadir akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan bagi mereka yang berhak atau tidak mengundurkan diri.

Total jumlah siswa yang menjadi tanggungan Pemprov Sulsel, terdiri dari SMA 77.143 siswa, SMK 40.460 siswa, serta Paket C 5.812 siswa. (*)


div>