SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Unhas Jadi Tuan Rumah Konfrensi Internasional ASWGI

Reporter:

Anti

Editor:

Lukman

Selasa , 10 Juli 2018 19:20
Unhas Jadi Tuan Rumah Konfrensi Internasional ASWGI

Yohana Susana Yembise

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menjadi tuan rumah Konferensi Internasional dan Rapat Kerja Nasional ke-4 Asosiasi Pusat Studi Wanita, Gender dan Anak Indonesia (ASWGI). Konferensi ini berlangsung pada Selasa (10/7) di Ruang Rapat Senat, Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise menghadiri dan memberi sambutan pada konferensi tersebut.

Pada sambutan yang dibawakan, Yohana Yembise membahas tentang peran perempuan dalam segala lini kehidupan khususnya perempuan yang ada di Indonesia.

“Suatu negara belum bisa dikatakan hebat jika peran perempuan belum berada digaris aman,” kutip Menteri PPPA.

Dari kutipan ini, Yohana merasa bahwa investasi untuk perempuan dan anak perlu untuk diperhatikan. Mengingat juga bahwa Indonesia menjadi satu dari sepuluh negara yang diperhatikan dunia dalam hal perempuan dan anak terkait dengan diperhatikannya perempuan di negeri ini.

Dimana terdapat 8 menteri yang berada di kabinet Indonesia RI. Juga Rektor Kampus Negeri ternama seperti Unhas yang dipimpin oleh perempuan. Juga meningkatnya peran perempuan pula dalam dunia politik.

“Makanya saya mau share untuk kita sama-sama bangkit, masalah banyak dimana-mana. Untuk membawa perempuan ini tidak gampang menuju planet 50:50, lima belas tahun lagi,” jelas Yohana.

“Mahasiswa-mahasiswi Unhas harus dipersiapkan untuk mereka bisa bergerak setara, untuk membawa perempuan dan laki-laki ini 50:50 yang targetnya 2030,” imbuhnya.

Dalam penutup sambutannya, Yohana menyampaikan bahwa perempuan Indonesia harus merubah mindset laki-laki, untuk memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki kepemimpinan karena perempuan pun telah diperhitungkan dunia.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu mengapresiasi kegiatan ini dimana Unhas menjadi host dalam Konferensi Internasional ini.

“Berbicara tentang perempuan dan anak, sesungguhnya kita membahas tentang suatu negara. Terutama potret 100 tahun Indonesia, dapat kita lihat dari anak perempuan saat ini. Dimana mereka yang akan menjadi pelaku pembangunan,” tutupnya. (*)


div>