JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Unhas Target 4 Program Studi Raih Akreditasi ASIIN

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 05 Mei 2018 11:00
Unhas Target 4 Program Studi Raih Akreditasi ASIIN

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dalam rangka mengeksiskan posisi sebagai Sebagai World Class University, Universitas Hasanuddin terus mengupayakan pencapaian akreditasi internasional. Selain telah meraih akreditasi ABETS dan AUN QA pada beberapa program studi, Unhas kini melakukan persiapan untuk mengajukan empat program studi agar mendapatkan akreditasi ASIIN yang berkedudukan di Jerman. Prodi yang dimaksud adalah Farmasi, Keperawatan, Ilmu Pangan dan Teknologi, dan Budidaya Perairan.

ASIIN sendiri merupakan lembaga akreditasi pendidikan tinggi yang telah dikenal luas oleh komunitas pendidikan internasional. ASIIN memberikan sertifikat akreditasi internasional pada beberapa bidang di antaranya teknik, ilmu komputer, alam, dan matematika.

Untuk meraih akreditasi dari negeri Jerman tersebut, Unhas menggelar rapat persiapan atau kick-off meeting dengan sejumlah dekan terkait di ruang Lounge Lantai 8 Rektorat Unhas, Jumat (4-05/2018). Rapat terbatas ini dipimpin oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., dan Ketua Gugus Tugas Unhas untuk Akreditasi ASIIN, Dr. Ir. Prastawa Budi, MSc.

Kick-off meeting tersebut digelar untuk membahas sejumlah langkah dan dokumen yang harus dipersiapkan untuk memenuhi standar dan persyaratan ASIIN. Sehingga, pengajuan akreditasi internasional ini bisa berjalan dengan lancar sesuai perencanaan.

Menurut Prastawa Budi, pengajuan akreditasi ASIIN bertahap. Pada pertengahan Mei 2018 ini akan dimulai dengan penawaran akreditasi bersamaan dengan Universitas Airlangga di Surabaya. Sementara pengajuan dokumen direncanakan akan dilakukan pada Oktober 2018, persiapan visitasi di bulan November, terakhir visitasi oleh lembaga ASIIN pada awal Desember 2018 nanti.

Prastawa Budi mengatakan, standar penilaian ASIIN mencakup enam hal, yakni capaian pembelajaran atau learning outcome, kurikulum, modul pengajaran, penilaian hasil pembelajaran, sumber daya (dosen dan sarana prasarana) ,dan penjaminan mutu.

“Kelebihan ASIIN ini berpusat di Eropa, Jerman. Standar-standar yang digunakan sesuai dengan apa yang disebut Eropean Qualification Framework. Dengan standar Eropa ini, prodi-prodi yang bisa terakreditasi akan kompatibel dengan program studi di Eropa. Makanya, Unhas mencoba untuk mendapatkan akreditasi ini,“ katanya, Jumat (4/5).

Dosen Departemen Kimia Fakultas MIPA tersebut berharap Unhas dapat meraih akreditasi ASIIN, sehingga bisa mudah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Eropa, misalnya melaksanakan program pertukaran mahasiswa (student exchange), staff exchange, dual degree, dan lainnya.

“Dengan kita mengajukan ASIIN ini, kualitas kita bisa direkognisi (diakui), bukan hanya di Indonesia dan ASEAN, tetapi juga di Eropa,“ kata Prastawa Budi.

Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan bahwa pengajuan akreditasi ASIIN tidak mudah. Namun karena Unhas sudah berpengalaman mengurus akreditasi ABETS dan AUN QA, dia optimis tim yang dibentuk untuk menyiapkan pengajuan akreditas tersebut berlangsung lancar.

“Kalau pengajuan akreditasi ini berhasil penuh, maka satu tahun ini kita akan punya 18 program studi yang terakreditasi internasional,“ ujar Rektor Unhas ini. (*)


div>