RABU , 21 NOVEMBER 2018

Universitas Cenderawasih Akan Digugat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 15 April 2016 11:14
Universitas Cenderawasih Akan Digugat

int

TIMIKA, RAKYATSULSEL.COM – Universitas Cenderawasih (Uncen), universitas ternama di Papua bahkan di Indonesia itu sedang dilanda masalah. Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) dikabarkan sudah menyiapkan pengacara untuk menggugat Uncen.

Lemasko menuding Uncen sudah mengeluarkan statement bahwa Timika merupakan wilayah adat Meepago. Penetapan itu disangkal Lemasko, karena menganggap tidak relevan. Menurut Wakil Ketua I Lemasko, Gergorius Okoare, Timika sebenarnya masuk ke wilayah adat Bomberai.

Menurut Gerry, sapaannya, seharusnya Uncen tidak salah mengeluarkan pernyataan soal wilayah adat di Papua. Karena masing-masing wilayah di Papua mempunyai nama dan suku yang berbeda.

Untuk wilayah Timika, Gerry menegaskan, tidak termasuk dalam wilayah adat Meepago, melainkan Bomberai. “Kami mau gugat Uncen soal nama wilayah adat. Seharusnya Uncen tidak salah bicara soal wilayah adat di Papua, karena Timika bukan wilayah adat Meepago, melainkan Bomberai,” katanya seperti dikutip dari Radar Timika, Jumat (15/4).

Menurutnya, wilayah adat Timika tidak boleh dikatakan sebagai wilayah adat Meepago, sebab wilayah adat Meepago merupakan wilayah adat orang gunung, yang mempunyai kultur tersendiri dan berbeda dengan mereka yang bermukim di wilayah pantai.

“Pada umumnya orang pantai biasanya dayung berdiri atau dayung duduk, dan itu kultur orang pantai. Kalau orang gunung beda, jadi tidak bisa Uncen bilang Timika sebagai wilayah adat Meepago,” ujarnya.

Jadi untuk setiap wilayah adat yang ada di Papua mempunyai nama masing-masing, karena mempunyai budaya yang berbeda. “Uncen jangan klaim Timika sebagai wilayah adat Meepago. Itu tidak benar dan kami lagi siapkan pengacara untuk gugat Uncen, karena kultur di pesisir perahu berdiri dan perahu duduk. Jadi jangan tarik wilayah pesisir ke wilayah Meepago. Uncen salah. Pemetaan wilayah di Papua tidak boleh jadi kepentingan politik,” tegasnya.

Seperti diketahui, ada tujuh pembagian wilayah di Papua. Ketujuh wilayah adat tersebut adalah, Mamta di wilayah Papua Timur Laut, kemudian Saereri di Papua Utara/Teluk Cenderawasih. Wilayah ketiga, Domberai yang meliputi Papua Barat Laut. Keempat Bomberai di Papua Barat. Kelima Anim Ha di wilayah Papua Selatan dan keenam La Pago di Papua Tengah serta terakhir ketujuh adalah Meepago yang melingkupi Papua Tengah Barat. (jpnn)


Tag
div>