KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Unjuk Rasa Berakhir Bentrok, Kapolres Parepare: Kami Minta Maaf

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 28 Februari 2018 23:03
Unjuk Rasa Berakhir Bentrok, Kapolres Parepare: Kami Minta Maaf

int

PAREPARE, RAKSUL.COM-Unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Parepare di depan Monumen Cinta Habibie Ainun, Rabu, (28/2/2018) berakhir bentrok dengan pihak kepolisian.

Awalnya, unjuk rasa berjalan lancar. Bahkan Ketua PMII Cabang Parepare Irfan Parumpu sempat membacakan orasi unjuk rasa atas penolakan UU MD3 yang dinilai diskriminasi atas hak berpendapat rakyat.

Tak lama kemudian, bentrok pun terjadi lantaran beberapa orang Anggota PMII nekat membakar ban di jalan umum, depan pelataran monumen Habibie Ainun, meski telah ditegur oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Parepare. Dari insiden itu, beberapa anggota PMII mengalami luka memar di lengannya.

Kepala Polres Parepare, AKBP Pria Budi menyikapi insiden itu. Pria asal Riau ini menyampaikan permohonan maaf kepada Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Parepare. Menurutnya, insiden tersebut tidak akan terjadi, jika unjuk rasa dilakukan sesuai aturan.

“Apabila ada yang luka, saya mohon maaf yang terjadi di lapangan. Saya yakin dan percaya tidak ada unsur kesengajaan apalagi ada niat mau melukai adik-adik Mahasiswa. Selama ini kami bersinergi dengan PMII Parepare dan juga PMII Sulsel. Kehadiran polisi bukan menghalangi adik-adik, namun lakukan unjuk rasa sesuai aturan. Jangan sampai mengganggu orang banyak atau kepentingan umum, karena aksi bakar ban,” detail Pria Budi.

Terpisah, Alumni Muda yang juga Ketua dimisioner PMII Cabang Parepare, Nurham meminta agar pihak Polres Parepare segera meminta maaf dan memberikan sanksi kepada oknum aparat.

“Kami akan lakukan aksi susulan. Kami meminta ada permohonan maaf dan sanksi terhadap oknum aparat yang telah menciderai nilai-nilai demokratis,” tegas Nurham. (nia)


div>