KAMIS , 14 DESEMBER 2017

Upaya Jegal Punggawa Makin Massif

Reporter:

Iskanto - Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Senin , 06 November 2017 10:58
Upaya Jegal Punggawa Makin Massif

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca penyerahan surat tugas dari Partai Demokrat, upaya untuk menjegal pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) makin massif dilakukan oleh lawan politiknya. Keputusan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut seolah menjadi kabar buruk bagi kandidat gubernur lainnya.

Salah satu indikasi adanya upaya menjegal IYL – Cakka, adalah munculnya surat terbuka yang diduga ditulis mantan Ketua Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin. Isinya, IYL disebut sebagai lawan politik yang selama ini mengkerdilkan Partai Demokrat. Surat tugas yang diberikan kepada IYL juga dinilai cacat, karena yang bersangkutan tidak mengikuti Simposium Demokrat.

Akademisi UIN Alauddin Makassar, Syahrir Karim, menilai, kekuatan yang dimiliki pasangan IYL – Cakka memang patut diperhitungkan pada ajang kontestasi politik lima tahunan ini. Karena itu, sangat wajar jika ada pihak tertentu yang berusaha mengganggu IYL – Cakka setelah mendapat dukungan Demokrat.

“Jika IYL – Cakka resmi diusung Demokrat, maka skenario untuk menjegalnya bisa tertutup,” kata Syahrir, Minggu (5/11).

Menurut dia, alasan soal simposium diduga hanya cover semata untuk menjauhkan IYL – Cakka dari Demokrat. Padahal target utamanya, bisa menutup pintu parpol bagi duet ini.

“Demokrat tentu sudah memperkirakan akan ada gejolak baik di internal maupun di eksternal partai, termasuk dari peserta simposisium sendiri. Wajar kalau gejolak itu ada yang terkesan akan mengganggu surat tugas tersebut ke IYL – Cakka,” ungkapnya.

Meskipun begitu, kata Syahrir, Demokrat yang memberikan dukungan ke IYL – Cakka tentu punya alasan tersendiri. Sehingga, baik kader Demokrat maupun kandidat lain harus paham dengan hal itu. Sebagai partai politik pastinya ingin menang pada kontestasi politik.

“Apapun itu, setiap partai punya mekanisme internal sendiri, termasuk dalam hal penentuan calon yang semestinya para peserta simposium termasuk kader-kader yang tidak terima, harus paham lebih awal dinamika seperti ini,” jelas Syahrir.

Ia menjelaskan, terlepas dari dinamika tersebut, ini pertanda bahwa di mata Demokrat, IYL – Cakka punya bergaining posisition yang lebih kuat dibanding kandidat lain. “Tapi akhirnya Demokrat juga harus memberi penjelasan ke kader dan para peserta simposium terkait surat tugas ini sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan, menegaskan, partainya mengeluarkan surat tugas ke IYL – Cakka karena pertimbangan survei. Keluarnya surat tugas itu, bukan berarti Partai Demokrat melabrak aturan sendiri. Aturan untuk mengikuti simposium dan melakukan pendaftaran memang ada. Tetapi, mengeluarkan surat tugas ke IYL – Cakka adalah putusan Majelis Tinggi di DPP.

“Surveinya bagus. Mampu kalahkan dua kader kami yakni Andi Nurpati dan Aliyah,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah, mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan komunikasi kepada DPC dan kader untuk menyolidkan dukungan demi memenangkan Punggawa Macakka di Pilgub mendatang. Sikap partainya mendukung IYL – Cakka bukan tanpa alasan. Selain komitmen dan rekam jejak keduanya yang tidak diragukan, partai besutan SBY ini juga mencari figur petarung.

“Dengan dukungan ke IYL-Cakka, maka tidak ada alasan bagi kader untuk tidak memenangkan Pilgub Sulsel. Kami di Demokrat butuh ruang untuk bertarung. Dan IYL-Cakka adalah pilihan untuk bertarung. Posisi kita jelas di pilgub, bukan follower atau penggembira,” tegas Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.

Selain itu, Ni’matullah juga bersyukur DPP sudah mengambil sikap di pilgub. Itu artinya, kader bisa segera bersikap, sekaligus menggerakkan potensi yang dimiliki untuk bersama-sama memenangkan IYL – Cakka. Adapun perihal usungannya ke IYL – Cakka, hal itu menjadi kewenangan DPP. Tentunya, pilihan ini sudah melalui pertimbangan matang dan sangat rasional.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle, menambahkan, dengan adanya surat tugas kepada IYL – Cakka, DPD Demorkat Sulsel menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Ia juga tidak ingin berkomentar banyak, karena menganggap semua tahapan yang dilakukan DPD Demokrat Sulsel telah disampaikan ke DPP.

“Kan sudah ada (usungan), dan ini bukan lagi ranahnya DPD. Semua di DPP,” kata Selle.
Menanggapi adanya upaya menjegal dirinya, IYL mengakui ada upaya untuk menarik dukungan Partai Demokrat dan PPP. “Sampai hari ini, masih ada upaya,” kata IYL.

Kendati demikian, dia yakin pasangan yang menggunakan tagline “Punggawa Macakka” itu akan masuk dalam arena pertarungan Pilgub.

Olehnya, dia menyampaikan kepada semua relawan pemenangan untuk tidak meragukan upaya yang dilakukan selama ini.

Yang pasti, Ichsan mengaku sudah mempersiapkan strategi untuk melawan segala upaya yang mencoba mengadang untuk menggagalkan dirinya maju di pilgub tahun depan.

“Saya sampaikan kepada semua, jangan pikirkan upaya itu. Teruslah bergerak, teruslah melakukan penetrasi isu – isu yang baik. Jangan memikirkan yang berhadapan dengan saya. Biarkan saya dan Andi Mudzakkar yang berhadapan dengan lima arah yang mencoba membegal dan menjegal kami,” tegasnya.

 

Dijelaskan pula, upaya ini dilakukan karena ada kandidat tertentu yang ragu jika dirinya dan Andi Mudzakkar masuk dalam arena pertarungan.

“Rakyat bersama kita, rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Tapi saya ingin sampaikan, upaya-upaya ini sudah dalam kalkulasi,” pungkasnya. (*)


div>